Ramadhan Berdarah di Masafer Yatta: Rumah Warga Palestina Dibakar Pemukim Israel

Daftar Isi


    Ilustrasi

    LANCANGKUNING.COM,Jakarta-Gelombang kekerasan kembali mengguncang wilayah Tepi Barat yang diduduki. Pada Selasa malam waktu setempat, sekelompok pemukim Israel dilaporkan menyerang Desa Susya, di selatan Hebron, dengan membakar rumah serta kendaraan milik warga Palestina. Insiden ini terjadi di tengah suasana bulan suci Ramadan, memperdalam rasa takut di kalangan penduduk sipil.

    Menurut laporan organisasi hak asasi manusia Al-Bidar, sedikitnya lima unit rumah dan sejumlah kendaraan dibakar dalam serangan yang berlangsung menjelang fajar. Desa Susya berada di kawasan Masafer Yatta, area yang dalam beberapa tahun terakhir kerap menjadi titik ketegangan antara warga Palestina dan pemukim Israel.

    Dalam pernyataan resminya, Al-Bidar menyebut aksi tersebut menyebabkan kerusakan material yang signifikan. Api melahap bangunan tempat tinggal dan kendaraan warga, sementara kepanikan melanda desa. Perempuan dan anak-anak dilaporkan menjadi kelompok paling terdampak secara psikologis akibat serangan mendadak itu.

    Sumber lokal yang dikutip Anadolu Agency menyebutkan bahwa selain melakukan pembakaran, para pemukim juga melepaskan tembakan gas air mata ke arah rumah-rumah warga. Akibatnya, sedikitnya empat orang warga sipil harus mendapatkan perawatan medis setelah mengalami gangguan pernapasan karena menghirup gas tersebut.

    Hingga kini belum ada laporan resmi mengenai penangkapan pelaku. Situasi keamanan di wilayah selatan Hebron dilaporkan masih tegang, dengan warga meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan serangan lanjutan.

    Data terbaru menunjukkan sekitar 770.000 pemukim Israel kini tinggal di berbagai permukiman di Tepi Barat yang diduduki, termasuk sekitar 250.000 orang di Yerusalem Timur. Keberadaan permukiman ini terus menjadi sumber sengketa berkepanjangan dalam konflik Israel-Palestina.

    Sepanjang Januari lalu, tercatat 468 insiden kekerasan yang melibatkan pemukim Israel di wilayah Tepi Barat. Bentuk serangan beragam, mulai dari kekerasan fisik terhadap warga, pembakaran lahan pertanian, perusakan pohon zaitun, pembatasan akses petani ke tanah mereka, hingga penyitaan properti. Angka tersebut menunjukkan peningkatan signifikan dibanding periode sebelumnya.

    Bagi warga Palestina di kawasan seperti Masafer Yatta, serangan berulang bukan sekadar persoalan kerugian material. Ketidakpastian dan rasa takut menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Di tengah Ramadan yang seharusnya membawa ketenangan spiritual, bayang-bayang kekerasan justru kembali menghantui desa-desa kecil di Tepi Barat.(cnbcindonesia/rie)

    Bagikan Artikel

    data.label
    data.label
    data.label
    data.label
    Beri penilaian untuk artikel Ramadhan Berdarah di Masafer Yatta: Rumah Warga Palestina Dibakar Pemukim Israel
    Sangat Suka

    0%

    Suka

    0%

    Terinspirasi

    0%

    Tidak Peduli

    0%

    Marah

    0%

    Komentar

    Berita Terkait