Daftar Isi

Ilustrasi keracunan makanan
LANCANGKUNING.COM,Siak- Anggota DPRD Kabupaten Siak dari Fraksi Partai Demokrat, Sabar DH Sinaga, mengecam keras temuan penggunaan bahan makanan tidak layak konsumsi dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kampung Telaga Sam-sam, Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak, Riau.
Ia menilai kejadian yang menyebabkan puluhan siswa SMK Negeri 1 Kandis mengalami diare merupakan bentuk kelalaian serius sekaligus pelanggaran terhadap standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Menurutnya, dampak yang ditimbulkan sangat fatal karena menyasar langsung kesehatan peserta didik sebagai penerima manfaat program nasional tersebut.
Sabar mendesak BGN agar menjatuhkan sanksi tegas kepada dapur penyedia MBG yang terbukti melanggar SOP. Ia menegaskan, kelalaian tersebut telah menciderai tujuan utama program MBG yang sejatinya bertujuan meningkatkan kualitas gizi dan kesehatan anak-anak sekolah.
“Kita sangat menyayangkan anak-anak kita yang seharusnya mendapatkan asupan bergizi justru mengalami gangguan kesehatan akibat kelalaian pengelola SPPG. Ini harus menjadi alarm keras bagi seluruh dapur penyedia MBG agar lebih berhati-hati,” ujar Sabar, Jumat.
Ia mengungkapkan, SPPG Kampung Telaga Sam-sam diduga mengabaikan instruksi langsung dari tim BGN. Berdasarkan informasi yang diterimanya, tim BGN sebelumnya telah mengingatkan agar bumbu makanan yang dalam kondisi tidak layak tidak digunakan. Namun, peringatan tersebut diabaikan dan bumbu tetap diolah hingga berujung pada kasus diare massal.
Menurutnya, tindakan tersebut tidak lagi dapat dikategorikan sebagai kelalaian teknis semata, melainkan mengarah pada unsur kesengajaan yang patut diselidiki lebih lanjut. Oleh karena itu, ia menegaskan perlunya evaluasi menyeluruh dan perbaikan total terhadap sistem pengelolaan SPPG.
“Ini bukan sekadar salah prosedur. Jika sudah diingatkan tapi tetap dilanggar, ada unsur kesengajaan. Evaluasi total harus dilakukan dan tidak menutup kemungkinan SPPG tersebut ditutup permanen,” tegasnya.
Sebelumnya, puluhan siswa SMK Negeri 1 Kandis mengalami diare setelah mengonsumsi menu MBG yang disediakan SPPG Kampung Telaga Sam-sam di bawah naungan Yayasan Tuah Karya. Peristiwa itu terungkap pada Selasa (13/1/2026) sekitar pukul 09.20 WIB, saat pihak sekolah melaporkan kejadian tersebut kepada tim SPPG melalui pesan WhatsApp.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Kepala SPPG bersama Ahli Gizi dan Asisten Lapangan langsung turun ke lokasi. Para siswa yang terdampak dibawa ke klinik terdekat untuk mendapatkan penanganan medis. Sebanyak 21 siswa dilaporkan menjalani perawatan infus.
Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Siak, Lisa Wahari, menjelaskan bahwa dapur penyedia MBG telah ditutup sementara oleh BGN untuk kepentingan evaluasi. Penutupan dilakukan hingga seluruh standar operasional dan kelengkapan dapur dinyatakan kembali sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Dapur ditutup sementara sampai seluruh persyaratan dan SOP benar-benar dipenuhi,” ujar Lisa.







Komentar