Kampanye Akbar Analisi Drone Emprit, JIS Ungguli GBK.

Daftar Isi

    Kampanye akbar di dua stadion di Jakarta. Atas antusias di Jakarta Internasional Stadium (JIS) dan foto bawah kampanye paslon 02 di Gelora Bung Karno.(ft:bisnis.com)

    LANCANGKUNING.COM,JAKARTA-Analis media sosial Drone Emprit mengungkap kata kunci 'JIS', lokasi kampanye akbar pasangan calon nomor urut 1 Anies-Muhaimin Iskandar, mengungguli 'GBK', tempat kampanye akbar paslon 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming, di media sosial.

    Dua paslon itu sama-sama menggelar kampanye akbar penutup di Jakarta, Sabtu (10/2). Satunya di Jakarta International Stadium (JIS), lainnya di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SU GBK). Sementara, paslon 3 Ganjar Pranowo-Mahfud MD berkampanye di Jateng.

    Prabowo, saat membuka pidato dalam kampanye akbar, Sabtu (10/1), mengklaim "kita perkirakan yang datang 200 ribu, tapi laporannya mendekati 600 ribu yang hadir."


    Juru Bicara Tim Nasional Pemenangan Anies-Muhaimin (AMIN), Billy David, menyebut pendukung "yang bisa masuk di dalam pastinya 100 ribuan orang."

    Terlepas kesulitan untuk mengonfirmasi angka resmi pendukung yang hadir, media sosial jelas diramaikan oleh JIS dan GBK pada Sabtu (10/2). Mana yang lebih unggul?

    Ismail Fahmi, Pendiri Drone Emprit mengungkap JIS lebih banyak mendapat perhatian di beberapa platform media sosial dan media online.

    Kesimpulan ini berdasarkan analisis terhadap kata kunci (keyword) 'JIS' dan 'GBK' di Twitter, Intagram, YouTube, dan media online pada periode Rabu (7/2) hingga Sabtu (10/2).

    "Di semua kanal (Twitter, News, Instagram, YouTube) yang dimonitor selama periode 7-10 Februari 2024, JIS mendapatkan jumlah mention dan interaksi yang lebih tinggi dibandingkan GBK," tuturnya, di akun Twitter atau X.

    "Ini memperlihatkan minat netizen di platform media sosial tersebut dan media online yang lebih tinggi tentang JIS yang menjadi lokasi kampanye terakhir paslon 01 dibandingkan GBK yang menjadi lokasi paslon 02."

    Berikut rincian tiap platformnya:

    Twitter
    JIS unggul terhadap GBK di Twitter dalam hal volume percakapan, yakni 310 ribu (77 persen) berbanding 93 ribu (23 persen).

    "Volume percakapan tentang JIS jauh lebih besar dibandingkan tentang GBK. Ini memperlihatkan tingginya minat netizen untuk membicarakan kedua lokasi kampanye akbar tersebut."

    Media online
    Pada periode 7-10 Februari, media online tercatat lebih banyak menyebut JIS daripada GBK. Puncak pemberitaan terjadi pada 10 Februari dengan 7 ribuan mention tentang JIS berbanding 2 ribuan mention tentang GBK.

    Totalnya, JIS mencapai 13.600 mention (82 persen), dan GBK 3.000 mention (18 persen)

    "Menjelang hari H kampanye, tren JIS masih lebih tinggi, namun tidak jauh beda dengan GBK," lanjut Ismail.

    Volume mention di Instagram secara keseluruhan adalah 340 mention (60 persen) untuk JIS dan 227 mention (40 persen) untuk GBK.

    Tren interaksinya juga menunjukkan JIS lebih besar dengan 1,5 juta interaksi (72 persen), dan GBK 598 ribu interaksi (28 persen).

    Ismail mengungkap tren jumlah video di YouTube yang mengangkat JIS selalu lebih besar dibandingkan tentang GBK.

    "Puncaknya pada hari H, setidaknya ada 417 video tentang JIS dan 150 video tentang GBK."

    Totalnya, jumlah video YouTube tentang kata kunci JIS mencapai 1.033 video (77 persen), sementara GBK 312 video (23 persen).

    Tren total interaksi pada video tentang JIS pun selalu lebih besar dibandingkan tentang GBK, dengan 17,7 juta interaksi (65 persen) buat JIS dan 9,6 juta interaksi (35 persen) buat GBK.

    Google Trends
    Ismail juga mengungkap pencarian tentang JIS dan GBK dalam 7 hari terakhir memperlihatkan volume pencarian untuk JIS sedikit lebih tinggi dibandingkan untuk GBK.(rie)

    Sumber:CNNIndonesia.com

     

    Bagikan Artikel

    data.label
    data.label
    data.label
    data.label
    Beri penilaian untuk artikel Kampanye Akbar Analisi Drone Emprit, JIS Ungguli GBK.
    Sangat Suka

    0%

    Suka

    0%

    Terinspirasi

    0%

    Tidak Peduli

    0%

    Marah

    0%

    Komentar