Daftar Isi

Koordinator Lapangan Mahasiswa Riau Anti Korupsi (MARAK) Agel Gandiza
LANCANGKUNING.COM,PEKANBARU-Mahasiswa Riau Anti Korupsi (MARAK) menyebut ada permainan dalam lelang di PT Pertamina Hulu Rokan (PHR). Dalam rilis yang diterima Lancangkuning.com, seperti disampaikan Agel Gandiza, salah satu Koordinator Lapangan MARAK lelang ini bahkan diatur oleh mereka-mereka yang memiliki jabatan penting di PT PHR.
"Salah satu lelang ini adalah Pengadaan Alat-alat Drilling di PT PHR, tanpa ada sebab tiba-tiba ditunjuk perusahaan dari China untuk memenangkan lelang ini. Ada pejabat PHR yang terlibat dalam permainan lelang ini kata Agel.
Bahkan, MARAK dikatakan Agel Gandiza akan melakukan aksi di PT Pertamina Hulu Rokan Rumbai. Adgel yang didampingi Korlap 2 Maikel Alfonda dan Kordum MARAK A Rahmat mengatakan telah melaporkan izin pemberitahuan aksi kepada pihak kepolisian.
Dikatakan Agel, jika ini memang adanya praktek permainan dalam lelang ini jelas telah mengangkangi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.
Dugaan adanya permainan dalam pengadaan di PT PHR ini juga pernah diaampaikan Lembaga Pencegah Perusak Hutan Indonesia (LPPHI) yang memberikan kuasa kepada Badan Penyuluhan dan Pembelaan Hukum (BPPH) Pemuda Pancasila MPW Provinsi Riau dikutip dari goriau.com 1 Juli 2022 lalu, dalam rangka melayangkan gugatan terkait proses tender di PT Pertamina Hulu Rokan. Pasalnya, LPPHI melihat indikasi kuat adanya pelanggaran ketentuan-ketentuan dalam pelaksanaan tender sejumlah proyek di lingkungan PT Pertamina Hulu Rokan.
Diantaranya, terkait pelaksanaan tender Sand Management Fasility Operation Service Blok Rokan. Dimana, ada proyek pengadaan mobil operasional 700 unit dengan nilai tender sekitar Rp 1 T.
Direktur Eksekutif Yusri Usman juga pernah mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menelisik dan mengusut proses tender Penyediaan Jasa Rental Kendaraan Ringan Penumpang untuk Area Operasi PT Pertamina Hulu Rokan (PHR).
‘’Kita minta KPK menelisik dan mengusut proses kegiatan Nomor Tender SPHR00180A di PHR dengan anggaran ratusan miliaran rupiah itu, karena kita menduga kuat ada persekongkolan untuk memenangkan satu perusahaan,’’ sebut Yusri Usman, dikutip dari riausatu.com, 22 Mei 2022 lalu.
Menurut Agel Gandiza, jika ada laporan dari berbagai pihak tentang pengadaan dan Lelang di Pertamina Hulu Rokan, mengindikasikan bahwa perusahaan plat merah ini tidak sedang baik-baik saja.(rls)







Komentar