WHO Jelaskan Penularan COVID-19 dari Orang Tanpa Gejala

Daftar Isi

    Foto: Face recognition ketika pandemi Virus Corona COVID-19.  (China Daily)

    Lancang Kuning – Kepala Teknis COVID-19, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Maria Van Kerkhove mengklarifikasi pernyataannya mengenai apakah orang tanpa gejala menjadi faktor besar penyebaran virus corona atau tidak pada Senin 8 Juni lalu. 

    Dalam konferensi yang digelar WHO pada 8 Juni lalu, Maria Van Kerkhove menyebut bahwa penyebaran virus corona dari orang-orang yang tidak menunjukkan gejala (OTG) sangat “langka.”

    Namun sehari setelahnya atau pada 9 Juni kemarin, Van Kerkhove menjelaskan bahwa pernyataannya pada 8 Juni lalu, sebagai “kesalahpahaman. Van Kerkhove juga menambahkan bahwa masih banyak organisasi yang tidak tahu tentang virus itu.

    Baca Juga: Tempat Wisata di Riau

    Pernyataan terbaru WHO ini kontradiktif dengan penelitian sebelumnya yang mengindikasi bahwa individu yang tertular COVID-19, tetapi tidak menunjukkan gejala umum dengan cepat berkontribusi pada lonjakan kasus infeksi yang tinggi. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat sebelumnya melaporkan bahwa beberapa orang yang tertular COVID-19 mungkin tidak menunjukkan gejala hingga 14 hari setelah terinfeksi. 

    “Mayoritas penularan yang kita ketahui adalah bahwa orang yang memiliki gejala menularkan virus ke orang lain melalui droplet yang terinfeksi. Tetapi ada sebagian orang yang tidak mengalami gejala, dan untuk benar-benar memahami berapa banyak orang yang tidak memiliki gejala, kami belum benar-benar memiliki jawaban itu, ”kata Van Kerkhove pada konferensi pers.

    Dia menambahkan 6 persen hingga 41 persen populasi orang di dunia dapat terinfeksi tetapi tidak menunjukkan gejala COVID-19.

    "Kami memang tahu bahwa beberapa orang yang tidak menunjukkan gejala atau beberapa orang yang tidak memiliki gejala dapat menularkan virus," kata Van Kerkhove seperti dikutip dari laman Fox10, Rabu 10 Juni 2020.

    Baca Juga: Ada 'Hubungan Batin' antara Asteroid, Bumi, dan Planet Mars

    Van Kerkhove juga mengaitkan komentarnya tentang penyebaran tanpa gejala yang “jarang” terjadi pada beberapa studi, yang telah menganalisis kasus pasien tanpa gejala dengan virus corona untuk melihat berapa banyak orang yang terinfeksi dari waktu ke waktu.

    Baca Juga: 3 Penyebab Penularan COVID-19 Pada Anak di Indonesia Tinggi

    Van Kerkhove mengatakan komentar tersebut bukan kebijakan WHO. Komentarnya itu diungkapkan kala itu hanya untuk menjawab pertanyaan "kompleks". 

    Salah paham

    “Saya menggunakan frasa 'sangat jarang', dan saya pikir itu adalah kesalahpahaman untuk menyatakan bahwa 'transmisi tanpa gejala secara global sangat jarang,'. Yang saya maksudkan adalah subset studi, saya juga merujuk pada beberapa data yang tidak dipublikasikan," kata Van Kerkhove.  

    Satu studi yang diterbitkan pada 12 Maret di "Eurosurveillance," jurnal medis yang telah ditinjau oleh rekan sejawat, menemukan bahwa 17,9 persen dari 3.711 penumpang dan anggota awak kapal pesiar Diamond Princess tidak menunjukkan gejala.

    Menurut penelitian, 3.063 orang di atas kapal diberikan tes COVID-19.  Sebanyak 634 orang dinyatakan positif pada 20 Februari.

    Sebelumnya, Senin lalu, Kepala Teknis COVID-19, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Maria Van Kerkhove menyebut bahwa penyebaran virus corona dari orang-orang yang tidak menunjukkan gejala (OTG) sangat “langka.”

    "Dari data yang kami miliki, tampaknya masih jarang bahwa orang tanpa gejala benar-benar mentransmisikan seterusnya ke individu sekunder," kata Van Kerkhove. (LK)

    Bagikan Artikel

    data.label
    data.label
    data.label
    data.label
    Beri penilaian untuk artikel WHO Jelaskan Penularan COVID-19 dari Orang Tanpa Gejala
    Sangat Suka

    0%

    Suka

    0%

    Terinspirasi

    0%

    Tidak Peduli

    0%

    Marah

    0%

    Komentar