Pertemuan Muhammad Syafaat dan Camat Pasir Penyu: Mencari Solusi dari Semrawutnya Wajah Kota

Daftar Isi

    Foto: Pertemuan Anggota DPRD Inhu Muhammad Syafaat bersama Camat Pasir Penyu 
     
    Lancang Kuning, INHU
    - Persoalan sampah hingga keberadaan ruang publik yang tidak terawat dan semrawut, membuat wajah kota Air Molek tak lagi terlihat 'molek', sesuai namanya. 

    Merespon hal tersebut, anggota DPRD Kabupaten Indragiri Hulu Muhammad Syafaat SHI mengadakan pertemuan dengan Camat Pasir Penyu Bambang Indramawan SSTP MSP, Selasa (2/6), di Kantor Camat Pasir Penyu. 

    Baca Juga: Muhammad Syafaat Sampaikan Keluhan Warga pada Kepala PLN Air Molek

    Pada pertemuan itu, anggota dewan PKS yang berdomisi di Kecamatan Pasir Penyu tersebut juga membawa hasil dokumentasi beragam masalah ruang publik dan fasilitas umum di Kecamatan Pasir Penyu. 

    Hasil dokumentasi berupa foto itu diserahkan Ketua Fraksi PKS tersebut kepada Camat Pasir Penyu. 

    Baca Juga: Sejumlah Fakta Keberangkatan Jemaah Haji 2020 Dibatalkan

    "Masalah-masalah yang kita rangkum dalam dokumentasi foto ini mesti secepatnya dicarikan solusi bersama," kata Syafaat. 

    Anggota dewan yang juga pendakwah ini menyampaikan, banyak sekali fasilitas umum dan ruang publik di Kecamatan Pasir Penyu bermasalah. Baik secara fungsi maupun estetika. 

    Dalam laporannya kepada Camat Pasir Penyu tersebut, ada terminal lama, terminal baru di Pasar Sri Gading, Stadion Sekar Mawar, Tugu PKK, Pasar Sri Gading, hingga Taman Penyu di Pasar Lama yang butuh perhatian pihak terkait. 

    Selain mengikuti alur kewenangan birokrasi, Syafaat juga mengusulkan persoalan sampah hingga perbaikan ruang publik dilakukan dengan melibatkan partisipasi masyarakat.  

    "Misalnya saja terkait sampah di bawah jembatan pasar. Mungkin bisa dimulai dengan melibatkan komunitas-komunitas dan berbagai elemen di Air Molek untuk gotong-royong. Baru kemudian dibuatkan kebijakannya, ditegakkan aturan, hingga penerapan sanksi bagi warga yang masih membuang sampah sembarangan,'' kata Syafaat menyampaikan. 

    Menurut Syafaat, semangat kolaboratif perlu menjadi kultur dalam membangun Pasir Penyu ke depan.  

    "Tentu tanpa melupakan kewenangan pemerintah melalui OPD terkait. Justru pemerintah daerah, dalam hal ini pihak kecamatan, bisa menjadi motor dalam menggerakkan semangat kolaborasi warga," tutur Syafaat. 

    Kolaborasi antara pemerintah dengan elemen-elemen lain sangat perlu dilakukan. "Selama ini saya melihat, peran dan keterlibatan warga dalam pembangunan masih sangat kecil," kata Syafaat. 

    Sementara itu, Bambang Indramawan menyambut baik gagasan gotong-royong ataupun swadaya dalam membangun Pasir Penyu. (LK) 

    Bagikan Artikel

    data.label
    data.label
    data.label
    data.label
    Beri penilaian untuk artikel Pertemuan Muhammad Syafaat dan Camat Pasir Penyu: Mencari Solusi dari Semrawutnya Wajah Kota
    Sangat Suka

    0%

    Suka

    0%

    Terinspirasi

    0%

    Tidak Peduli

    0%

    Marah

    0%

    Komentar