Selain Token Listrik Gratis, Simak Cara Dapat Bantuan Uang Tunai, Kebijakan Jokowi di Masa covid-19

Daftar Isi

    Lancang Kuning - Selain Token Listrik Gratis, Simak Cara Dapat Bantuan Uang Tunai, Kebijakan Jokowi di Masa covid-19

    Selain token listrik gratis, Pemerintah Jokowi juga memberikan Bantuan Langsung Tunai atau BLT selama pandemi Virus Corona.

    Di masa pandemi Virus Corona atau covid-19 ini, Pemerintah Jokowi memberi beberapa insentif kepada warga.


    Diantaranya relaksasi cicilan kredit, token listrik gratis 450 VA, diskon listrik 50 persen untuk 900 VA, dan lainnya.


    Ada pula Bantuan Langsung Tunai atau BLT sebesar Rp 600 ribu per kepala keluarga.

    Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memutuskan untuk memberikan Bantuan Langsung Tunai ( BLT) senilai Rp 600 ribu per keluarga.


    BLT ini akan diberikan per bulan untuk keluarga miskin yang terdampak pandemi Virus Corona ( covid-19).

    Bantuan ini akan berlangsung selama tiga bulan, terhitung mulai dari April hingga Juni 2020.

    Pernyataan ini disampaikan oleh Menteri Sosial, Juliari Batubara setelah melakukan rapat bersama Presiden Jokowi pada Selasa (7/4/2020).

    "Presiden menyetujui usulan kami untuk memberikan bantuan langsung tunai atau disingkat BLT selama tiga bulan, dengan indeks juga Rp 600.000 per keluarga," kata Juliari Batubara yang dikutip dari Kompas.com.

    Kendati demikkian, Menteri Sosial ini menegaskan yang akan menerima BLT yang berdomisili di luar Jabodetabek.
    Bantuan ini merupakan upaya pemerintah dalam meminimalisir dampak pandemi covid-19.

    Seperti diketahui covid-19 tidak hanya berdampak pada kesehatan saja, namun juga mengancam perekonomian masyarakat khususnya yang dalam kategori bawah atau miskin.

    Syarat Dapatkan BLT

    1. BLT ini akan diberikan kepada keluarga dalam kategori miskin dan berdomisili di luar Jabodetabek.

    2. Keluarga yang sudah tercatat di data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) milik Kementerian Sosial.

    3. Penerima bantuan ini tidak terima bansos (bantuan sosial) lain seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), atau kartu pra-kerja.

    Lebih lanjut Juliari menyebut selain mengandalkan data dari Kemenkes, pemerintah juga akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah (Pemda).

    Hal ini dilakukan agar nantinya bantuan dapat tersalurkan sesuai dengan sasaran.

    "Nanti kami juga minta data tambahan dari pemda," ujarnya.

    Menurut dia, BLT ini akan dilakukan mulai April 2020.

    Juliari menyebut jumlah penerima BLT di luar Jabodetabek tak lebih dari 9 juta keluarga.

    Sementara untuk wilayah Jabodetabek, saat pandemi covid-19, warga miskin akan mendapatkan sembako dengan nilai sama, yakni Rp 600.000 per bulan.

    ”Jadi paket sembako ini, bansos khusus ini adalah untuk menunggu kekosongan sampai dengan bansos khusus yang dari Presiden untuk wilayah Jabodetabek yang tadi saya sampaikan di awal," ungkap Juliari dikutip dari Setkab.go.id.

    "Durasinya 3 bulan dan indeksnya adalah Rp600 ribu per keluarga,” imbuhnya.
    Kemudian Juliari menyebut penyaluran sembako ini akan dimulai dalam waktu dua minggu dari sekarang.
    Seperti halnya dengan BLT untuk keluarga yang berdomisili di luar Jabodetabek, pemerintah juga menggunakan data terpadu milik Kemensos dalam memilih tiap keluarga yang berhak mendapatkan paket sembako ini.(beritabesar.xyz)
     

    Bagikan Artikel

    data.label
    data.label
    data.label
    data.label
    Beri penilaian untuk artikel Selain Token Listrik Gratis, Simak Cara Dapat Bantuan Uang Tunai, Kebijakan Jokowi di Masa covid-19
    Sangat Suka

    0%

    Suka

    100%

    Terinspirasi

    0%

    Tidak Peduli

    0%

    Marah

    0%

    Komentar