Vape Diduga Jadi Pemicu Meningkatnya Serangan Jantung di Usia Muda

Daftar Isi

    Foto : Ilustrasi
    Rokok elektrik atau vape.

    LancangKuning.com, JAKARTA – Kehadiran vape atau rokok elektronik belakangan ini sering dianggap sebagai alternatif pengganti rokok. Vape juga kerap dikampanyekan lebih aman dari rokok.

    Baca Juga: Zaman Dulu Ada Skuter Beroda Empat, Ini Wujudnya

    Namun, menurut Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah RS MMC, Prof. Dr. dr. Idrus Alwi, Sp.PD, KKV, FACC, FESC, penggunaan vape sendiri bisa memicu munculnya serangan jantung.

    “Oleh sebab itu, anggapan bahwa vape lebih aman dibanding rokok menurut Idrus keliru," ungkap Idrus dalam talkshow Gaya Hidup dan Penyakit Jantung, di Jakarta, Kamis, 10 Oktober 2019, dikutip dari Viva.Co.id

    Baca Juga: Promo Harbolnas dari Shopee, Tokopedia dan Blibli

    Hal tersebut juga diperkuat dengan studi yang dipresentasikan di American College of Cardiology ke-68 Tahunan Sesi Ilmiah. Studi baru menunjukkan bahwa orang dewasa yang menggunakan vape, secara signifikan lebih mungkin mengalami serangan jantung, penyakit arteri koroner dan depresi dibandingkan dengan mereka yang tidak menggunakannya atau produk tembakau.

    "Sampai sekarang, sedikit yang diketahui tentang kejadian kardiovaskular dibandingkan dengan penggunaan e-rokok. Data ini adalah peringatan yang nyata dan harus mendorong lebih banyak tindakan dan kesadaran tentang bahaya rokok elektronik," kata Mohinder Vindhyal, MD, asisten profesor di Fakultas Kedokteran Universitas Kansas dan penulis utama studi ini.

    Baca Juga: Tempat Wisata di Riau

    Seperti diketahui, vape sendiri memang belakangan digandrungi oleh generasi muda. Maka tidak heran jika penderita jantung sendiri kini makin banyak terjadi pada usia muda.

    Idrus sendiri mengatakan bahwa meningkatnya penderita penyakit jantung di Indonesia, tidak lepas dari perubahan gaya hidup masyarakat. Kemajuan teknologi yang membuat semua serba mudah, membuat kita kurang dalam bergerak, kurang olah raga, stres, belum lagi kebiasaan merokok dan konsumsi minuman beralkohol.

    Baca Juga: Makanan Khas Pekanbaru

    "Gaya hidup seperti ini yang pada akhirnya memunculkan degeneratif, salah satunya penyakit jantung. Di tempat saya dari keseluruhan pasien penyakit jantung, sebagian besar adalah pasien yang menderita penyakit jantung dikarenakan gaya hidup, bukan karena genetik,"kata dia.

    Oleh karena itu, perubahan gaya hidup menjadi kunci penting untuk menghindari risiko penyakit jantung. Dengan demikian, risiko penyakit jantung, terutama pada usia muda bisa semakin ditekan. (LKC)

    Bagikan Artikel

    data.label
    data.label
    data.label
    data.label
    Beri penilaian untuk artikel Vape Diduga Jadi Pemicu Meningkatnya Serangan Jantung di Usia Muda
    Sangat Suka

    0%

    Suka

    0%

    Terinspirasi

    0%

    Tidak Peduli

    0%

    Marah

    0%

    Komentar