Spesifikasi dan Karakteristik Beton

Daftar Isi

    LancangKuning Beton merupakan hasil pencampuran semen port land, air, dan agregat. Terkadang ditambahkan bahan tambahan yang sangat bervariasi dari bahan tambahan kimia, serat, hingga limbah non kimiawi dengan perbandingan tertentu.

    Dalam proses pembentukan beton, semen dan air akan membentuk pasta semen yang berfungsi sebagai perekat / pengikat pada proses pengerasan. Pada proses pengerasan, pasta semen dan agregat halus (pasir) akan membentuk mortar yang menutup rongga antar agregat kasar (kerikil atau batu pecah) sedangkan pori-pori antar agregat halus diisi dengan pasta semen yang merupakan campuran semen dan air sehingga butiran - butiran agregat terikat erat dan membentuk massa yang kompak.

    Jenis Beton

    Ada berbagai macam jenis beton yaitu:

    • Beton Ringan

    Beton ringan adalah beton yang dibuat dengan beban yang lebih sedikit dan kemampuan perpindahan panas dengan berat jenis kurang dari 1.800 kg / m3.

    • Beton Massal

    Beton massa adalah beton yang dituang dalam volume besar, perbandingan antara volume dan luas permukaan besar. Biasanya massa beton memiliki dimensi lebih dari 60 cm.

    • Ferrocement

    Ferrocement merupakan kombinasi yang diperoleh dengan memberikan tulangan berupa anyaman kawat baja sebagai agen kekuatan dan keuletan pada mortar semen.

    • Fiber Beton

    Fiber Concrete adalah suatu bagian komposit yang terdiri dari beton biasa dan material lain berupa serat. Serat pada beton ini berfungsi untuk mencegah temu kembali sehingga beton lebih ulet pada beton biasa.

    • Beton Non Pasir (No-Fines Concrete)

    Beton Non Pasir (No-Fines Concrete) adalah bentuk sederhana dari beton ringan yang diperoleh dengan cara menghilangkan bagian-bagian yang lebih halus dari agregat dalam pembuatan beton. Tidak adanya agregat halus pada hasil campuran menghasilkan sistem rongga seragam yang terdistribusi pada massa beton dan penurunan berat beton.

    • Beton Cyclope

    Beton siklop merupakan beton normal / beton biasa yang menggunakan ukuran agregat yang relatif besar. Ukuran agregat bisa mencapai 20 cm, tetapi persentase populasi yang lebih besar tidak boleh lebih dari 20% dari total.

    • Beton Vakum

    Beton vakum adalah beton yang setelah orang biasa diaduk, dituang, dan dipadatkan, sisa reaksi udara di hisab masuk dengan cara khusus yang disebut metode vakum. Air yang tertinggal hanya air yang digunakan untuk reaksi dengan semen sehingga beton yang didapat sangat kuat.

    • Beton Mortar

    Beton mortar adalah mortar yang terdiri dari pasir, perekat dan udara. Mortar dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu: mortar lumpur, mortar kapur, dan mortar semen.

    Karakteristik Beton

    Beton Segar

    Hal-hal penting yang berkaitan dengan sifat beton segar adalah sebagai berikut:

    1. Kemudahan kerja (workability)

    Sifat ini merupakan ukuran tingkat kemudahan pengadukan, pengangkutan, penuangan dan pemadatan.

    Elemen yang mempengaruhi kemampuan kerja beton segar:

    1. Jumlah air yang digunakan dalam campuran beton.
    2. Semakin banyak air yang Anda gunakan, semakin mudah untuk mengerjakan beton segar.
    3. Penambahan semen ke dalam campuran diikuti dengan penambahan air pada campuran untuk mendapatkan nilai fas yang tetap.
    4. Campuran gradien pasir dan kerikil.
    5. Butir kerikil maksimal.
    6. Penggunaan butiran batu bulat.

    2. Pemisahan kerikil

    Kecenderungan butiran kerikil untuk memisahkan diri dari campuran beton disebut segregasi.

    Kecenderungan pemisahan kerikil dapat diperbesar dengan:

    1. Mengurangi semen dalam campuran beton.
    2. Tingkatkan jumlah air.
    3. Memperbesar butiran kerikil.
    4. Pengerasan permukaan kerikil.

    Pemisahan kerikil dari mortar kurang baik setelah beton mengeras. Untuk mengurangi kecenderungan pemisahan kerikil, langkah-langkah berikut harus dilakukan:

    1. Sediakan air secukupnya (sesuai kebutuhan).
    1. Jangan menjatuhkan campuran beton terlalu tinggi.
    2. Cara pengangkutan, penuangan dan pemadatan harus mengikuti cara yang benar.
    • Pemisahan air

    Kecenderungan air naik ke atas (terpisah) pada beton yang baru dipadatkan disebut berdarah.

    Pemisahan air dapat dikurangi dengan cara-cara berikut:

    1. memberi lebih banyak semen.
    2. Gunakan air sesedikit mungkin.
    3. Gunakan lebih banyak pasir.

    Demikianlah artikel yang saya buat semoga bermanfaat. (Haikal)

     

     

     

    Bagikan Artikel

    data.label
    data.label
    data.label
    data.label
    Beri penilaian untuk artikel Spesifikasi dan Karakteristik Beton
    Sangat Suka

    0%

    Suka

    0%

    Terinspirasi

    0%

    Tidak Peduli

    0%

    Marah

    0%

    Komentar