Ketakutan Pasar atas Peningkatan Covid di AS Tekan Minyak

Daftar Isi

    LancangKuningHarga minyak turun tipis pada akhir perdagangan Jumat (16/10) waktu AS atau Sabtu (17/10) pagi WIB akibat tertekan kekhawatiran pasar atas lonjakan kasus covid-19 di Amerika Serikat dan Eropa. Mereka khawatir kondisi tersebut akan menyeret permintaan di dua wilayah konsumen bahan bakar terbesar di dunia itu sehingga membuat harganya tertekan.

    Selain itu, tekanan juga datang dari proyeksi pasokan minyak yang terus meningkat. Dikutip dari Antara, Senin (19/10), harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Desember melemah 23 sen ke level US$42,93 per barel.

    Harga minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman November turun tipis 8 sen ke US$40,88 per barel. Dengan kondisi itu, harga minyak Brent naik 0,2 persen sepekan kemarin, sementara minyak WTI menguat 0,7 persen.

    Baca Juga : Kominfo Temukan 2.020 Sebaran Isu Hoax tentang COVID-19


    OPEC+, kelompok Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak OPEC dan produsen sekutu termasuk Rusia, khawatir gelombang kedua pandemi yang berkepanjangan dan lonjakan produksi Libya dapat mendorong pasar minyak mengalami surplus tahun depan.

    Jika itu terjadi, prospek harga minyak diramal jauh lebih suram dibandingkan sebulan yang lalu.

    "Kami sekarang melihat penyebaran pandemi cukup aktif di seluruh Eropa dan menyebar lagi di Amerika Utara. Itu berpotensi membebani pemulihan permintaan minyak," kata Kepala Penelitian Komoditas National Bank of Australia Lachlan Shaw, seperti dikutip Senin (19/10).

    Maklum, karena kondisi itu, beberapa negara Eropa menghidupkan kembali jam malam dan penguncian wilayah. Bahkan, Inggris memberlakukan pembatasan aktivitas yang lebih ketat di London mulai Jumat (16/10) demi menekan penyebarluasan virus  tersebut.

    Baca Juga : Alex Marquez Kerasukan Nyawa Marc Marquez di MotoGP Aragon


    Hasil perhitungan Universitas Johns Hopkins Lebih menunjukkan lebih dari 39 juta kasus covid-19 terjadi di dunia hingga saat ini. Dari angka tersebut,  1,1 juta kasus berakhir dengan kematian.

    Untuk menyikapi itu, sebuah panel para pejabat OPEC+, yang disebut Komite Teknis Bersama membahas skenario terburuk pada Kamis (15/10) guna merumuskan  rekomendasi kebijakan yang tepat.

    "Kami memperkirakan pada pertemuan Senin (19/10) beberapa kata yang kuat tentang kompensasi untuk ketidakpatuhan (anggota)," kata Analis Pasar Minyak Senior Rystad Energy, Paola Rodriguez-Masiu.

    (Antara/agt)

    Bagikan Artikel

    data.label
    data.label
    data.label
    data.label
    Beri penilaian untuk artikel Ketakutan Pasar atas Peningkatan Covid di AS Tekan Minyak
    Sangat Suka

    0%

    Suka

    0%

    Terinspirasi

    0%

    Tidak Peduli

    0%

    Marah

    0%

    Komentar