Selangkah Lagi Proyek Satelit Satria Dikucur Dana Investor

Daftar Isi

     

    LancangKuning.com-Center for Budget Analysis (CBA) menyarankan agar proyek Satelit Republik Indonesia (Satria) dibatalkan karena menilai belum mendapatkan pendanaan. Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Kominfo pun buka suara.

    Seperti disampaikan Direktur Utama Bakti Anang Latif, sejauh ini sudah ada dua investor yang berminat, yaitu BPI France dan Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) dari China. Dan kedua investor tersebut, kata Anang, sedikit lagi menggelontorkan dana segarnya di proyek satelit Satria ini.

    Anang juga menyakini bahwa target financial closing satelit berjenis Very High Throughput Satellite (VHTS) itu masih sesuai rencana, pada kuartal pertama 2020.

    "Sesuai prinsipnya. Skema KPBU ini bukan pendanaan pemerintah di awal, tapi pendanaan dari badan usaha swasta. Itu setiap proyek KPBU pasti diminta untuk dicarikan dana untuk proyek ini," kata Anang di Jakarta, Senin (10/2/2020).

    "Ada isu di luar pendanaan ini nggak siap dan lain-lain, itu sebenarnya memang pemerintah nanti mengeluarkan dana atau membayar dana itu setelah proyek itu jadi, proyek itu setelah commercial date. Jadi nanti 2023 baru kita mulai investasi," tambahnya.

    Anang juga menegaskan bahwa investor belum mengucurkan dana lantaran masih terhalang proses administrasinya. Hal itu yang membuat proyek Satria ini belum mengantongi pendanaan.

    "Kemarin bukan tidak ada pendanaan tapi ada proses administrasi yang harus dilalui. Sama dengan kita pinjam uang di bank atau KPR, itu yang dilengkapi syarat-syarat itu semua. Mereka (investor) sudah siap, salah satunya ya persetujuan dari pemerintah Indonesia bahwa uang itu dipinjam untuk keperluan proyek pemerintah," tutur Anang.

    Mengenai ada kemungkinan ada investor lain yang bakal mengucurkan pundi-pundinya ke proyek Satria, Anang mengatakan bahwa itu bakal ada lewat sindikasi pendanaan.

    "Dua (investor) itu nanti beranak lagi itu namanya sindikasi. Kalau di bawahnya banyak, tapi dua itu lead, dari Prancis karena satelitnya dibuat di Prancis dan satu lagi dari China," jelas dia.

    Bakti masih pede kalau satelit yang nantinya untuk meratakan akses internet di Indonesia, khususnya di daerah pelosok, masih sesuai dengan perencanaan awal alias tidak molor.

    "Masih (on track)," ungkap Anang.

     

    Bagikan Artikel

    data.label
    data.label
    data.label
    data.label
    Beri penilaian untuk artikel Selangkah Lagi Proyek Satelit Satria Dikucur Dana Investor
    Sangat Suka

    0%

    Suka

    0%

    Terinspirasi

    0%

    Tidak Peduli

    0%

    Marah

    0%

    Komentar