Mengingat Penangkapan Saddam Hussein oleh Pasukan Amerika Serikat (AS)

Daftar Isi

    LancangKuning.com - Saddam Hussein, adalah seorang mantan Presiden di Irak dengan masa jabatannya mulai dari 1979 s/d 2003. Dan beliau telah meninggal dunia pada desember 2006 lalu, waktu itu beliau berusia 69 tahun.

    Di tahun 2003, ketika beliau ditanggap oleh golongan koalisi ketika itu beliau sedang menginvasi Irak, karena sebagai seorang pemimpin ketika itu memutuskan mengenai kebijakan dalam modernisasi ekonomi, pan sekuler Arabisme, serta tentang sosialisme Arab.

    Pada hari ini tepatnya 16 tahun lalu beliau ditangkap oleh  pasukan AS, dan selama sembilan bulan beliau bersembunyi setelah  dikudeta oleh pasukan AS yang membuat invasi kemarin di irak.

    Baca Juga : Tempat Wisata di Riau

    Namun invasi itu sudah didasari karena adanya tudingan oleh pasukan AS terhadap kepemimpinan Saddam yang waktu itu mereka menganggap ada menyimpan senjata-senjata yang berkimia, Akan tetapi penuduhan tersebut tidak ada bukti.

    Rekam jejak Saddam Saddam, yang menjabat sebagai Presiden Irak selama lebih dari 20 tahun itu lahir dari keluarga miskin di Tirkit, 100 mil dari Baghdad, pada 1937.

     

    Dikutip dari Britannica, setelah pindah ke Baghdad pada usia muda, Saddam bergabung dengan Partai Baath, partai yang membesarkan namanya pada tahun 1957.

    Ia ikut serta dalam beberapa percobaan kudeta di Irak dan menempatkan keponakannya, Ahmed Hassan al-Bakr sebagai Presiden Irak pada 1968.

    Presiden al-Bakr hanya dianggap sebagai boneka dari Saddam Hussein yang telah menduduki jabatan tertinggi di Partai Baath. Sebelas tahun kemudian, Saddam mengambil alih kekuasaan setelah al-Bakr mengundurkan diri pada 1969.

    Baca Juga : Akreditasi Jurusan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Pekanbaru Medical Center

    Di bawah kepemimpinannya, Irak berubah menjadi negara yang disegani dan memiliki pasukan militer yang kuat. Berbeda dengan sikap Mesir yang memilih jalan kompromi dengan Israel, Saddam secara tegas menentang pendudukan Israel.

    Ia juga mengecam perjanjian Camp David yang dilakukan oleh Presiden Mesir, Anwar Sadad di tahun 1978. Pada awal tahun 1980, Irak terlibat perang dengan Iran akibat konflik di perbatasan. Perang Teluk I tersebut menjadi perang terlama di abad ke 20 dan memakan korban jutaan jiwa dari kedua belah pihak. Dua tahun berselang, Irak kembali terlibat perang dengan Kuwait pada 1990.

     

    Invasi tersebut dilatarbelakangi oleh minimnya akses laut yang dimiliki oleh Irak sehingga tidak bisa melakukan ekspor minyak secara optimal. Padahal, Irak saat itu sangat bergantung pada ekspor minyak untuk memulihkan perekonomian negara yang tengah memburuk usai Perang Teluk I.

    Irak berhasil dipukul mundur oleh pasukan koalisi Barat. Sepanjang tahun 1990-an, Irak mendapat sanksi berupa embargo ekonomi dari PBB. Petaka menimpa Saddam kala pasukan Amerika Serikat melakukan invasi ke Negeri Seribu Satu Malam itu pada 2003.

    History menuliskan, selain menuduh Saddam menggunakan senjata kimia, AS juga menuduh Irak melakukan penjualan minyak secara ilegal. Setelah lari dari kejaran AS, Saddam juga ditemukan oleh pasukan AS ketika sedang bersembunyi di sebuah lubang sedalam enam kaki di luar kora Tikrit.

    Baca Juga : Tempat Wisata di Pekanbaru

    Pemimpin besar Irak itu kemudian menjalani eksekusi hukuman gantung pada 30 Desember 2006. Hingga saat ini, Irak tak kunjung menemui kedamaian dan kemakmuran. Amerika Serikat yang dianggap sebagai "juru selamat" setelah mengambil alih pemerintahan pasca-kudeta, tak mampu membawa Irak ke arah yang lebih baik.

    Bahkan, Irak terjerumus dalam perang saudara berkepanjangan akibat politik sektarian antara Sunni dan Syiah.(Umi)

    Bagikan Artikel

    data.label
    data.label
    data.label
    data.label
    Beri penilaian untuk artikel Mengingat Penangkapan Saddam Hussein oleh Pasukan Amerika Serikat (AS)
    Sangat Suka

    0%

    Suka

    0%

    Terinspirasi

    0%

    Tidak Peduli

    0%

    Marah

    0%

    Komentar