Daftar Isi
PEKANBARU,Lancangkuning.com-Institut Teknologi Bisnis Riau (ITBR) membuka peluang kerja sama internasional dengan Cyberport Hong Kong melalui kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB), Kamis (1/10/2026).
Pertemuan tersebut menjadi momentum bagi ITBR untuk memperluas jejaring dalam bidang penelitian, inovasi teknologi, pengembangan startup, serta penguatan talenta digital.
Dalam kesempatan itu, Cyberport memperkenalkan ekosistem inovasi yang menghubungkan perguruan tinggi dengan peneliti, startup, korporasi, investor, teknologi, serta jaringan pasar internasional.
Salah satu peluang yang dibahas yakni dukungan pendanaan penelitian bagi dosen dan peneliti ITBR yang memenuhi kriteria dan standar yang ditetapkan Cyberport. Dukungan tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan penelitian inovatif yang memiliki potensi penerapan lebih lanjut.
Dorong Riset Jadi Proyek Nyata
Cyberport Global Ambassador for Indonesia sekaligus Founder and Chief Executive Officer Opus Solutions Limited, Hong Kong, Dennis Tedja, mengatakan kolaborasi yang dibangun tidak hanya sebatas mempertemukan perguruan tinggi dengan pihak-pihak dalam ekosistem teknologi.
Menurutnya, kerja sama perlu diarahkan hingga menghasilkan proyek yang dapat diwujudkan dan dikembangkan secara nyata.
“Dukungan tersebut tidak berhenti pada mempertemukan pihak-pihak yang memiliki kepentingan yang sama, tetapi diarahkan untuk mendorong terbentuknya proyek kolaborasi yang dapat dijalankan,” ujar Dennis.
Ia mengatakan perguruan tinggi memiliki potensi besar dalam menghasilkan riset dan inovasi. Di sisi lain, ekosistem teknologi dan industri dapat menjadi ruang untuk mengembangkan sekaligus menerapkan hasil penelitian tersebut.
Dalam konteks ITBR, peluang itu dapat ditindaklanjuti melalui penyusunan proposal penelitian sesuai bidang serta kriteria yang ditetapkan Cyberport. Proposal yang memenuhi persyaratan selanjutnya dapat dipertimbangkan memperoleh dukungan melalui mekanisme yang berlaku.
Rektor ITBR, Fuji Hidayat, S.E., M.M., menyambut baik peluang tersebut. Ia mengatakan kerja sama internasional menjadi salah satu langkah untuk memperkuat budaya penelitian dan inovasi di lingkungan kampus.
“Kunjungan Cyberport merupakan kesempatan yang sangat baik bagi ITBR untuk memperluas jejaring internasional. Kami ingin mendorong agar penelitian dosen dan sivitas akademika tidak hanya berhenti pada publikasi, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan memiliki peluang untuk diterapkan di dunia industri,” kata Fuji.
Ia menambahkan, ITBR akan mendorong dosen dan peneliti menyiapkan proposal penelitian dengan menyesuaikan kriteria dan standar yang ditetapkan Cyberport.
Wakil Rektor ITBR, Muhammad, S.Kom., M.Kom., menilai kehadiran Cyberport juga memberikan pengalaman penting bagi mahasiswa baru yang mengikuti PKKMB.
Menurutnya, mahasiswa perlu diperkenalkan sejak awal dengan perkembangan teknologi serta ekosistem inovasi global.
“Mahasiswa tidak cukup hanya menjadi pengguna teknologi. Mereka perlu didorong untuk memiliki kemampuan menciptakan ide, mengembangkan inovasi, dan menghasilkan solusi berbasis teknologi,” ujarnya.
Ia berharap interaksi dengan Cyberport dapat memperluas wawasan mahasiswa mengenai keterkaitan antara perguruan tinggi, penelitian, industri, startup, dan perkembangan teknologi internasional.
Setelah pertemuan tersebut, ITBR akan memetakan bidang penelitian yang potensial dan mendorong penyusunan proposal sesuai dengan kriteria Cyberport.
Langkah ini diharapkan membuka peluang kerja sama lanjutan dalam penelitian, inovasi teknologi, pengembangan startup, penguatan talenta digital, serta jejaring industri internasional.
Bagi ITBR, kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat budaya akademik yang berbasis riset, inovasi, kolaborasi, dan kewirausahaan sekaligus memperluas konektivitas kampus dengan ekosistem teknologi global.(rie)








Komentar