Daftar Isi
Diego gajah di PLG Minas mati setelah mengalami gangguan pada saluran pencernaan.(ft:MCR)
PEKANBARU,Lancangkuning.com-Kabar duka datang dari Pusat Latihan Gajah (PLG) Minas, Riau. Seekor gajah sumatra (Elephas maximus sumatranus) jinak bernama Diego mati setelah mengalami gangguan pada saluran pencernaan, Rabu (16/9/2026) siang.
Gajah jantan berusia 17 tahun tersebut sebelumnya sempat mendapat penanganan medis dari tim dokter hewan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau.
Plt Kepala BBKSDA Riau Ujang Holisudin mengatakan, kondisi kesehatan Diego mulai menurun sejak 10 September 2026. Saat itu, tim medis menemukan sejumlah gejala berupa diare dan penurunan nafsu makan.
Pemeriksaan terhadap sampel kotoran kemudian mengindikasikan adanya cacingan yang diduga turut memengaruhi kondisi kesehatan satwa tersebut.
"10 September gajah mengalami penurunan kondisi kesehatan. Kotoran menceret serta nafsu makan berkurang," kata Ujang, Kamis (17/9/2026).
Tim medis langsung memberikan pengobatan dan melakukan pemantauan terhadap kondisi Diego. Setelah menjalani perawatan, kondisi gajah tersebut sempat menunjukkan perkembangan yang cukup baik.
Nafsu makan Diego kembali meningkat. Kondisi kotorannya juga berangsur normal sehingga tim medis melihat adanya respons positif terhadap penanganan yang diberikan.
Namun, kondisi tersebut tidak berlangsung lama.
Pada 15 September, kesehatan Diego kembali menurun. Gajah tersebut mulai tidak mau makan, minim minum, dan terlihat semakin lemah.
Tim medis BBKSDA Riau kemudian menyiapkan pemeriksaan lanjutan dengan mengambil sampel darah untuk mengetahui kondisi kesehatan Diego secara lebih mendalam.
Namun, sebelum pemeriksaan tersebut dilakukan, kondisi Diego tiba-tiba memburuk.
" Tanggal 16 atau hari kedua penanganan, tim mau ambil sampel darah. Tiba-tiba saja gajah Diego terduduk dan tumbang, tidak beberapa saat tanda-tanda vital hilang dan dinyatakan mati," ujar Ujang.
Untuk memastikan penyebab kematian, petugas kemudian melakukan necropsy atau bedah bangkai terhadap gajah tersebut.
Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya gangguan serius pada organ pencernaan. Kondisi tersebut kemudian menjadi penyebab utama kematian Diego.
Setelah pemeriksaan selesai, petugas BBKSDA Riau langsung melakukan penanganan terhadap bangkai Diego sesuai prosedur operasional dan medis yang berlaku.
Kematian Diego menjadi kehilangan bagi PLG Minas. Selama berada dalam perawatan manusia, gajah tersebut merupakan salah satu satwa binaan yang mendapat pemantauan dan perawatan dari petugas konservasi.(rie)








Komentar