Daftar Isi

Foto: Ketua KPJS Kabupaten Indragiri Hilir, Usman. (Dok. Hariadi)
Lancang Kuning, INHIL – Komunitas Pedagang Jajanan Sekolah (KPJS) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) meminta perhatian dan dukungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Inhil dalam mempermudah akses para pedagang untuk menjalankan usaha di lingkungan sekolah.
Ketua KPJS Inhil, Usman mengatakan komunitas yang dipimpinnya telah berdiri sekitar 10 tahun dan beranggotakan para pedagang yang fokus menjajakan makanan dan minuman di area sekolah-sekolah di Kabupaten Inhil.
"Komunitas ini sudah berdiri 10 tahun yang lalu. Anggota seluruhnya fokus berjualan di area sekolah-sekolah di Kabupaten Indragiri Hilir dan tersebar di beberapa kecamatan," ujar Usman, yang akrab disapa Uda Iman, Kamis (17/9/2026).
Ia menyebutkan, saat ini anggota KPJS berjumlah hampir 200 orang. Namun, sebagian anggota sudah tidak aktif berjualan dan beberapa di antaranya telah meninggal dunia.
Menurut Iman, para pedagang jajanan sekolah merupakan bagian dari pelaku UMKM yang menggantungkan pendapatan sehari-hari dari aktivitas berjualan. Karena itu, ia berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian terhadap keberadaan pedagang keliling, khususnya yang beraktivitas di lingkungan sekolah.
"Kami sangat berharap pemerintah memperhatikan UMKM keliling seperti kami ini," katanya.
Iman juga mengungkapkan adanya keluhan dari sejumlah anggota KPJS terkait biaya yang diminta ketika hendak berjualan di lingkungan sekolah tertentu.
"Kadang-kadang ada dari pihak sekolah yang meminta uang Rp2 ribu sampai Rp5 ribu kepada anggota kita untuk berjualan di salah satu sekolah. Kalau tidak dikasih, maka tidak boleh berjualan di sana," ungkapnya.
Menurutnya, nominal tersebut mungkin terlihat kecil, namun cukup berarti bagi pedagang yang memperoleh keuntungan terbatas dari setiap dagangan.
"Mungkin kata orang uang segitu kecil, tapi bagi kami itu termasuk besar karena keuntungan dari jualan tidaklah besar," ujarnya.
Selain persoalan akses berjualan, KPJS juga mengajukan permohonan bantuan sarana usaha berupa gerobak kepada Bupati Inhil H. Herman.
Iman menjelaskan, gerobak tersebut nantinya diharapkan dapat membantu anggota dalam menjalankan usaha secara lebih layak, bersih, aman dan tertata di lingkungan sekolah.
"Bantuan gerobak ini sangat kami harapkan untuk menunjang aktivitas anggota dalam berjualan sekaligus meningkatkan perekonomian keluarga," kata Iman lagi.
Dalam permohonannya, KPJS menyampaikan bahwa sarana usaha yang layak dapat membantu meningkatkan kualitas pelayanan, kebersihan dan keamanan dalam kegiatan perdagangan jajanan sekolah.
KPJS berharap Pemkab Inhil dapat memberikan perhatian terhadap kebutuhan para pedagang jajanan sekolah, termasuk membantu menciptakan akses berjualan yang tertib dan tidak memberatkan para pedagang kecil.
Sementara itu, terkait dukungan politik yang pernah diberikan sebagian anggota KPJS pada Pilkada Inhil 2024, hal tersebut disampaikan komunitas sebagai bagian dari latar belakang permohonan mereka. Namun, bantuan pemerintah diharapkan tetap diberikan berdasarkan kebutuhan dan ketentuan yang berlaku.
KPJS berharap aspirasi tersebut dapat menjadi perhatian pemerintah daerah sehingga para pedagang jajanan sekolah tetap dapat mencari nafkah dengan nyaman sekaligus berkontribusi terhadap perekonomian masyarakat.
Berikut susunan pengurus Komunitas Pedagang Jajanan Sekolah (KPJS) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dalam rapat bersama Rabu malam (16/9/2026).
Ketua: Usman
Sekretaris: Ifan
Bendahara: Beni
Anggota:
- Sunarno
- Jali
- Musa
- Bahar
- Iki
- Ujang Cimin
- Mira
- M. Khalid
- Rudi
- Junaidi
- Febri
- Bambang Tri Sugianto
- Sugeng
(LK/Har)







Komentar