Daftar Isi

PEKANBARU,Lancangkuning.com- Dua ekor ular sanca berukuran sekitar empat meter membuat aktivitas sebuah apotek di Jalan Sudirman, Pekanbaru, terganggu. Reptil berukuran besar itu ditemukan bersembunyi di dalam gorong-gorong sebelum akhirnya dievakuasi Tim Rescue Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Pekanbaru.
Evakuasi berlangsung pada Senin (7/9/2026), setelah karyawan apotek melihat adanya gerakan mencurigakan dari saluran air. Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada petugas karena dikhawatirkan ular keluar dari gorong-gorong dan membahayakan orang di sekitar lokasi.
Tim Rescue Damkar Pekanbaru segera mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan. Namun, petugas tidak bisa langsung menarik ular karena kedua sanca berada di bagian gorong-gorong yang tertutup beton.
Petugas kemudian membuka sebagian penutup beton secara manual menggunakan palu. Setelah celah cukup terbuka, ular dijangkau dengan tongkat penjepit dan dikeluarkan secara bertahap.
Wakil Komandan Peleton (Wadanton) Rescue Damkar Pekanbaru, Rahmad, mengatakan proses evakuasi kedua ular tersebut membutuhkan waktu sekitar 30 menit.
Menurutnya, kondisi gorong-gorong yang tertutup beton menjadi tantangan utama bagi petugas. Penanganan harus dilakukan secara hati-hati agar ular dapat dikeluarkan tanpa melukai petugas maupun hewan tersebut.
“Kami sempat terkendala struktur gorong-gorong yang tertutup beton keras. Dengan bantuan palu dan tongkat penjepit, kedua ular sepanjang empat meter akhirnya bisa dikeluarkan dengan aman,” ujar Rahmad saat ditemui di Mako Damkar Pekanbaru, Kamis (10/9/2026).
Rahmad menjelaskan, lokasi ditemukannya ular berada tidak jauh dari area yang ditumbuhi semak belukar. Lingkungan sekitar juga cukup lembap sehingga dinilai memungkinkan bagi ular sanca untuk bersembunyi dan mencari mangsa.
Keberadaan ular di saluran air tersebut menjadi perhatian karena lokasinya berada di kawasan yang digunakan masyarakat. Petugas pun memastikan kedua reptil itu berhasil dievakuasi dari area apotek tanpa menimbulkan korban jiwa.
Setelah berhasil diamankan, dua ekor ular sanca tersebut tidak dimusnahkan. Petugas menyerahkannya kepada komunitas pencinta satwa setempat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Ular tersebut selanjutnya direncanakan dilepasliarkan ke lokasi yang dinilai lebih aman dan sesuai dengan habitatnya. Penanganan ini dilakukan agar satwa tetap dapat hidup di lingkungan yang semestinya sekaligus mencegah kemunculan ular kembali di kawasan fasilitas umum.
Peristiwa itu menunjukkan pentingnya kewaspadaan terhadap kemunculan satwa liar, terutama di wilayah perkotaan yang masih memiliki area semak dan saluran air yang dapat menjadi tempat persembunyian bagi satwa liar lainnya.
Damkar Pekanbaru mengimbau masyarakat tidak mencoba menangkap atau menangani ular berukuran besar secara mandiri. Jika menemukan satwa liar yang berpotensi membahayakan, warga disarankan segera menghubungi petugas untuk mendapatkan penanganan yang aman.(rie)







Komentar