Daftar Isi

PEKANBARU,Lancangkuning.com- Realisasi investasi di Provinsi Riau sepanjang Triwulan II 2026 mencatatkan lonjakan signifikan. Nilainya mencapai Rp20,23 triliun atau meningkat 59,62 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp12,67 triliun. Dibandingkan Triwulan I 2026, investasi juga tumbuh 57,42 persen dari Rp12,85 triliun.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Riau, Vera Angelika OK, ST, MT, mengatakan capaian tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap iklim usaha di Bumi Lancang Kuning.
Menurutnya, data realisasi investasi menjadi indikator penting dalam mengukur efektivitas kebijakan pemerintah sekaligus menjadi dasar penyusunan strategi peningkatan investasi pada periode berikutnya.
"Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa Riau semakin dipercaya sebagai daerah tujuan investasi. Kami akan terus meningkatkan kualitas pelayanan perizinan agar investasi yang masuk semakin besar dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujar Vera, Kamis (23/7/2026).
Secara nasional, Riau menempati peringkat kedelapan sebagai daerah dengan realisasi investasi terbesar. Untuk Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), Riau berada di posisi kelima nasional dengan nilai Rp15,56 triliun. Sementara Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai US$282,92 juta atau sekitar Rp4,67 triliun dan menempatkan Riau di peringkat ke-14 nasional.
Di Pulau Sumatera, Riau menjadi provinsi dengan realisasi investasi tertinggi. Total investasi gabungan PMDN dan PMA mencapai Rp20,23 triliun, mengungguli Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, dan Lampung.
Komposisi investasi masih didominasi PMDN yang berkontribusi Rp15,56 triliun atau sekitar 77 persen dari total investasi. Sementara PMA menyumbang Rp4,67 triliun atau sekitar 23 persen. Secara tahunan, investasi PMDN tumbuh 63,88 persen, sedangkan PMA meningkat 46,90 persen.
Berdasarkan sektor usaha, sektor tersier menjadi penyumbang terbesar dengan nilai Rp11,73 triliun atau sekitar 58 persen dari total investasi. Sektor primer menyumbang Rp6,26 triliun atau 31 persen, sedangkan sektor sekunder mencapai Rp2,24 triliun atau sekitar 11 persen.
Realisasi investasi tersebut juga melahirkan 8.354 proyek, terdiri atas 7.534 proyek PMDN dan 820 proyek PMA.
Vera menegaskan investasi memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan daya saing daerah, serta mempercepat pemerataan pembangunan. Karena itu, DPMPTSP Provinsi Riau akan terus menghadirkan pelayanan perizinan yang cepat, mudah, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan investor.
Ia optimistis tren positif ini dapat dipertahankan hingga akhir tahun melalui kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan, sehingga investasi yang terus meningkat mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Riau.(rie)







Komentar