Daftar Isi

Foto: Prosesi seleksi PMBM tahun ajaran 2026/2027 di Lapangan MAN 1 Tembilahan, Jalan Pelajar. (Dok. Humas)
Lancang Kuning, INHIL – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Indragiri Hilir sukses melaksanakan rangkaian tes seleksi masuk Penerimaan Murid Baru Madrasah (PMBM) Tahun Pelajaran 2026/2027.
Kegiatan yang dipusatkan di gedung MAN 1 Indragiri Hilir, Tembilahan, berlangsung tertib pada Kamis (11/6/2026).
Ratusan calon siswa lulusan MTs dan SMP sederajat mengikuti seleksi tersebut untuk memperebutkan kuota penerimaan peserta didik baru.
Kepala MAN 1 Ibrahim melalui Ketua Panitia PMBM, Yateno, S.Pd.I., M.Pd., Gr., mengatakan seluruh proses seleksi dirancang untuk mendapatkan calon peserta didik yang sesuai dengan visi madrasah.
"Tujuan utama dari seleksi ini adalah untuk menjaring calon peserta didik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki ketaatan spiritual (Islami) serta kondisi fisik yang sehat," ujar Yateno saat memantau pelaksanaan ujian.
Ketua Panita menyebutkan, terdapat tiga tahapan seleksi yang harus dilalui para peserta, yakni tes akademik, tes baca Al-Qur'an, dan tes pemeriksaan fisik. Menariknya, pelaksanaan tes akademik tahun ini mengedepankan digitalisasi yang ramah lingkungan.
Ujian berbasis kertas ditiadakan dan digantikan dengan melalui ujian berbasis digital menggunakan aplikasi khusus Exam Man Sahil yang dapat diunduh melalui Google Play Store.
Melalui sistem tersebut, proses pelaksanaan ujian menjadi lebih efektif, efisien, sekaligus mendukung upaya transformasi digital di lingkungan madrasah. Panitia PMBM juga mengonfirmasi bahwa hasil seleksi akan diumumkan secara resmi pada Rabu, 17 Juni 2026.
Para peserta dapat mengecek status kelulusannya secara mandiri dengan masuk ke menu PMBM pada aplikasi MAN 1 Indragiri Hilir menggunakan akun pendaftaran yang telah dimiliki sebelumnya.
Dengan penerapan seleksi berbasis digital dan tahapan yang komprehensif, MAN 1 Indragiri Hilir berharap dapat menjaring peserta didik baru yang berprestasi, berakhlak Islami, serta siap mengikuti proses pendidikan secara optimal. (LK/Har)







Komentar