Daftar Isi

LANCANGKUNING.COM,Pekanbaru- Industri pariwisata Riau masih menunjukkan daya tahan yang kuat di tengah koreksi kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada April 2026. Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau mencatat jumlah kunjungan wisman mencapai 25.462 orang, turun 7,43 persen dibandingkan Maret 2026. Namun secara tahunan, angka tersebut justru melonjak 43,67 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Kepala BPS Riau, Asep Riyadi, menjelaskan bahwa penurunan secara bulanan merupakan fenomena yang wajar setelah tingginya mobilitas wisatawan pada Maret 2026 yang bertepatan dengan momentum libur panjang Idul Fitri.
"Secara month to month terjadi penyesuaian setelah lonjakan kunjungan pada bulan sebelumnya. Namun jika dilihat secara tahunan, tren pertumbuhan sektor pariwisata Riau masih sangat positif," ujarnya, Selasa (2/6/2026).
Dari total kunjungan tersebut, sebanyak 4.707 wisman masuk melalui empat pintu utama imigrasi di Riau. Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru menjadi gerbang utama dengan 2.868 kunjungan, diikuti Pelabuhan Dumai sebanyak 960 kunjungan, Pelabuhan Bengkalis 679 kunjungan, dan Pelabuhan Tanjung Harapan di Kepulauan Meranti sebanyak 200 kunjungan.
Sementara itu, teknologi Mobile Positioning Data (MPD) mencatat tambahan 20.755 kunjungan wisatawan asing yang terdeteksi berada di Kabupaten Bengkalis. Temuan ini menunjukkan tingginya aktivitas lintas batas yang masih menjadi salah satu penopang utama sektor pariwisata daerah.
Berdasarkan moda transportasi, jalur udara masih mendominasi dengan kontribusi 60,93 persen dari total kunjungan melalui pintu imigrasi. Adapun jalur laut menyumbang 39,07 persen, menegaskan pentingnya konektivitas pelabuhan internasional bagi pergerakan wisatawan ke Riau.
Dari sisi pasar, Malaysia tetap menjadi sumber wisatawan terbesar dengan 11.965 kunjungan atau hampir setengah dari total wisman yang datang ke Riau. Posisi berikutnya ditempati Tiongkok sebanyak 2.331 kunjungan, Filipina 1.732 kunjungan, Singapura 1.232 kunjungan, dan India 893 kunjungan.
Meski demikian, beberapa pasar menunjukkan pelemahan. Wisatawan asal Prancis tercatat mengalami penurunan terbesar secara bulanan sebesar 27,5 persen, disusul Amerika Serikat yang turun 21,88 persen dibandingkan Maret 2026.
Di sisi lain, sektor perhotelan memberikan sinyal positif. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Riau pada April 2026 mencapai 45,49 persen, meningkat 5,24 poin dibandingkan bulan sebelumnya. Hotel bintang empat menjadi segmen dengan tingkat hunian tertinggi, yakni 53,97 persen.
Kinerja tersebut turut diikuti peningkatan rata-rata lama menginap tamu (RLMT) yang naik menjadi 1,28 malam dari sebelumnya 1,26 malam. Meski kenaikannya relatif tipis, indikator ini mencerminkan perbaikan aktivitas wisata dan perjalanan bisnis di daerah.
Dengan dominasi wisatawan dari negara-negara tetangga, terutama Malaysia, serta membaiknya kinerja industri perhotelan, prospek pariwisata Riau hingga pertengahan 2026 dinilai masih berada pada jalur pertumbuhan yang sehat. Tantangan berikutnya adalah memperluas pasar wisatawan internasional agar ketergantungan terhadap negara tertentu dapat diminimalkan sekaligus meningkatkan kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian daerah.







Komentar