Mahasiswa Unilak Soroti Proyek Kampus dan Kenaikan Biaya Pendidikan

Daftar Isi


    LANCANGKUNING.COM,Pekanbaru-Aliansi Mahasiswa Peduli Unilak (AMPUN) menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung Rektorat Universitas Lancang Kuning, Selasa, (28/4/2026) . Mereka menuntut keterbukaan dan akuntabilitas pengelolaan keuangan serta proyek pembangunan kampus yang dinilai tidak transparan.

    Aksi tersebut dipicu akumulasi kekecewaan mahasiswa yang merasa aspirasi mereka selama ini tidak mendapat respons serius dari pihak rektorat. Sejak siang hari, massa aksi membentangkan spanduk berisi kritik dan menyampaikan orasi menggunakan pengeras suara, menyoroti sejumlah persoalan yang dianggap krusial.

    Koordinator lapangan aksi, Ahmad Nasir Harahap, dalam orasinya menyinggung dugaan masalah pada proyek pembangunan di lingkungan kampus. Ia menyoroti kegagalan proyek turap yang dilaporkan telah roboh, serta anggaran sekitar Rp10 miliar untuk pembangunan gedung kelas serbaguna yang dinilai tidak direncanakan secara matang.

    Menurut Ahmad, proyek tersebut dikhawatirkan bermasalah secara struktur dan berpotensi membahayakan keselamatan civitas akademika di masa mendatang. Ia juga mempertanyakan penggunaan vendor yang sama antara proyek turap dan pembangunan gedung tersebut.


    “Mahasiswa berhak tahu ke mana aliran dana kampus. Biaya pendidikan terus meningkat, tetapi kualitas fasilitas justru dipertanyakan,” kata Ahmad dalam orasinya.

    Selain persoalan pembangunan, mahasiswa juga menyoroti penurunan kualitas atribut wisuda, khususnya toga, yang dianggap tidak sebanding dengan biaya yang dibebankan kepada mahasiswa.

    Upaya mahasiswa untuk melakukan audiensi langsung dengan pimpinan Universitas Lancang Kuning tidak membuahkan hasil. Hingga aksi berakhir, rektor tidak hadir menemui massa. Kondisi ini dinilai semakin memperkeruh situasi dan memunculkan ketidakpercayaan dari kalangan mahasiswa.

    Sejumlah peserta aksi menyatakan kekecewaannya terhadap sikap rektorat yang dianggap tidak responsif terhadap tuntutan dialog terbuka. Mereka menilai, ruang komunikasi antara mahasiswa dan pimpinan kampus semakin tertutup.

    Aliansi mahasiswa menyatakan akan terus mengawal isu ini. Mereka bahkan mengancam akan menggelar aksi lanjutan dengan jumlah massa yang lebih besar jika tuntutan transparansi tidak segera direspons.

    Mahasiswa mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola keuangan dan proyek pembangunan di kampus. Mereka berharap pihak rektorat dapat membuka ruang dialog serta memberikan penjelasan resmi guna meredam polemik yang terus berkembang.(rie)

    Bagikan Artikel

    data.label
    data.label
    data.label
    data.label
    Beri penilaian untuk artikel Mahasiswa Unilak Soroti Proyek Kampus dan Kenaikan Biaya Pendidikan
    Sangat Suka

    0%

    Suka

    0%

    Terinspirasi

    0%

    Tidak Peduli

    0%

    Marah

    0%

    Komentar

    Berita Terkait