Limbah Galian Parit di Jayamukti, Dumai, Mengganggu Warga

Daftar Isi

    lancang kuningLANCANG KUNING - Dumai- Pekerjaan galian parit yang telah berlangsung lebih seminggu di Jl. SH.  Amin atau Jalan Janur Kuning Lama di Kelurahan Jaya Mukti, Kecamatan Dumai Timur, limbahnya merisaukan masyarakat yang berada di sekitar lokasi. Baik bau yang ditimbulkan maupun hasil galian yang ada. 

    Pekerjaan galian ini sudah selesai dan limbahnya dibiarkan begitu saja. Aan Hadi salah satu tokoh pemuda Jaya Mukti menanyakan kepada pekerja, “Apakah limbah parit ini diangkat atau ditinggalkan?”. Pekerja galian mengatakan akan mengangkat limbah ini. Namun setelah satu minggu tidak ada tanda-tanda limbah ini akan diangkat. “ini telah mengganggu estetika keindahan dan terkadang mengeluarkan bau lumpur dan sangat mengganggu” kata Aan Hadi.

    Ketua HMD Muhammad Ade, meminta Dinas Tata Kota dan Dinas terkait untuk segera mengangkat limbah yang ada”. Beliau juga menambahkan, “Di Jl. Hasanuddin (pasir pagi bundaran) begitu juga parit yang dikeruk namun lumpur dan sampahnya dibiarkan begitu saja saja, sehingga mengganggu para pedagang dan masyarakat sekitar’.

    Penggalian parit ini merupakan upaya pemerintah setempat untuk menanggulangi banjir yang diakibatkan oleh sampah yang berserakan dan juga pendangkalan parit maupun endapan lumpur yang ada. Dengan pembersihan parit diharapkan tidak terjadi banjir.

    Sebaiknya, para pekerja penggali parit langsung membuang hasil galian ke truk pengangkut sampah sehingga nantinya bisa dibuang ke tempat yang seharusnya dan juga ini dapat menghindari sampah galian parit masuk ke dalam lokasi parit yang telah dibersihkan. 

    Sampah galian parit ini tentu merusak pandangan mata melewati kawasan ini.  Seklain (hyAzn)

    Bagikan Artikel

    data.label
    data.label
    data.label
    data.label
    Beri penilaian untuk artikel Limbah Galian Parit di Jayamukti, Dumai, Mengganggu Warga
    Sangat Suka

    0%

    Suka

    0%

    Terinspirasi

    0%

    Tidak Peduli

    0%

    Marah

    0%

    Komentar