Tanda-Tanda Kerusakan Tanaman Akibat Faktor Biotik Dan Abiotik

Daftar Isi

    LancangKuning - Menyangkut tentang masalah-masalah pada tanaman tentunya banyak dialami oleh para petani karena akan memepengaruhi produktivitas panen. Oleh karena itu kita harus mengupayakan penanganan sebisa dan seefisien mungkin dengan cara kita harus mengetahui terlebih dahulu gangguan yang dialami oleh tanaman, dan juga memperhatikan lingkungannya.

    Untuk membantu para petani yang sulit untuk mengenali penyebab suatu gejala, karena gejala-gejala tersebut mempunyai tanda-tanda perubahan yang hampir sama. Maka dari itu kita bisa menerapkan teknik diagnosa yaitu dengan cara mengenali tanda-tanda factor penyebab gangguan pada tanaman yang dibedakan menjadi dua, yaitu factor biotik dan factor abiotic

    Factor Biotik

    Gangguan yang disebabkan oleh makhluk hidup, seperti burung, tikus, bakteri, virus dsb. Factor ini dibedakan menjadi:

    •             Patogenik

    Disebabkan karena mikroorganisme yang masuk kedalam jaringan tanaman lalu menimbulkan penyakit infeksi. Gangguan ini dapat menyebar luas pada tanaman yang lain,. Untuk mendeteksi gangguan patogenik ini tidak bisa dilakukan dengan mata telanjang maka kita membutuhkan alat bantu berupa mikroskop, lalu kita bisa mengenali pelakunya dengan cara mengamati dan mempelajari gejalanya yang ditimbulkannya.

    •             Non Patogenik

    Disebabkan karena organisme yang melakukan kontak secara langsung misalnya, ulat, serangga, tikus, atau nematode, organisme-organisme tersebut biasanya disebut hama. Gangguan ini lebih mudah diketahui karena bisa dilihat dengan mata sehingga tidak terlalu sulit menentukan pestisida pembasmi organisme tersebut. Kesalahan pemberian pupuk dan penggunaan pestisida yang berlebihan juga disebut factor non patogenik. Oleh karena itu, para petani harus mengetahui dan mempelajari wawasan tentang budidaya tanaman agar lebih meminimalkan kesalahan-kesalahan perlakuan tidak terjadi. 

    •             Kompetisi

    Disebabkan karena persaingan merebutkan unsur hara antara tanaman pokok dan tanaman yang disebut pengganggu seperti rumput dan gulma. Kompetisi ini juga dapat terjadi antara sesame tanaman pokok yang ditanam secara tumpang sarai, ada pula antara tanaman inang dan tumbuhan parasite yang mengambil nutrisi dengan cara menempel pada tanaman inang.

    Faktor Abiotik

    •             Cuaca dan Iklim

    Cuaca yang tidak stabil dapat membuat metabolisme tanaman mengalami kekacuan. Hal ini sering terjadi saat pergantian musim. Gejalanya dapat berupa pertumbuhan tunas yang menjadi keriput dan mengeriting, yang selama in banyak dikira akibat dari serangan virus.

    •             Fisiologis

    Disebabkan karena ketidakcukupan kebutuhan tanaman yang akan menjalankan siklus pertumbuhannya. Penyebab utama gangguan fisiologis adalah tidak seimbangnya unsur hara dan air, dipengaruhi oleh keadaan tanah sebagai media dan pupuk yang digunakan. Keracunan pestisida juga termasuk factor fisiologis karena berkaitan dengan melemahnya kumpulan sel-sel pada tanaman.

    •             Faktor Edafis

    Disebabkan karena media atau tanah mengalami masalah-masalah fisik, yang akan berpengaruh pada tanaman yang tumbuh di atasnya. Masalah perubahan fisik adalah tanah yang mengeras sehingga mempersuliit berkembangan akar tanaman. Selain masalah fisik, tanah juga mengalami masalah kimia dan biologi. Masalah kimia dapat berupa kurangnya pH tanah, minimnya zat hara dan air, serta rendahnya kapasitas tukar caiton. Lalu untuk masalah biologi dapat berupa kurangnya ketersediaan mikroba yang berperan dalam mengubah unsur hara yang tersedia.

    •             Atmosfer

    Atmosfer merupakan daktor yang bersentuhan langsung oleh atas bagian tubuh atas tanaman. Salah satunya adalah akumulasi gas-gas dan partikel yang sewaktu-waktu turun ke permukaan bumi melalui udara. Udara yang tercemar oleh polusi juga merupakan salah satu penyebab kerusakan pada tanaman bagian atas. Factor ini jarang diperhatikan karena tidak terlalu signifikan dampaknya secara langsung pada tanaman.

    Pertumbuhan tanaman dipengaruhi oleh lingkungan. Kondisi lingkungan akan merangsang tanaman melakukan produktivitas.  Factor biotik dan abiotic merupakan pengaruh luar yang mempengaruhi kualitas dan kuantitas suatu tanaman, maka diperlukan perlakuan khusus pada tanaman tersebut, baik dalam pengolahan tanah, maupun para factor penyebab kerusakan tanaman.(Nurul Latifah)

    Bagikan Artikel

    data.label
    data.label
    data.label
    data.label
    Beri penilaian untuk artikel Tanda-Tanda Kerusakan Tanaman Akibat Faktor Biotik Dan Abiotik
    Sangat Suka

    0%

    Suka

    50%

    Terinspirasi

    0%

    Tidak Peduli

    0%

    Marah

    50%

    Komentar