Penyerangan Polsek: Kecelakaan Dipoles Hoaks Penganiayaan

Daftar Isi

    Lancang KuningPolsek Ciracas di Jakarta Timur diserang orang tak dikenal pada Sabtu (29/8) dini hari. Penyerang disebut berjumlah sekitar 100 orang. Mereka menganiaya tiga polisi dan membakar kendaraan di lokasi.

    Para pelaku yang datang menggunakan motor dan memakai masker itu merangsek ke dalam Polsek Ciracas yang saat itu dijaga oleh beberapa anggota polisi. Akibatnya, dua mobil rusak karena terkena lemparan dan dua mobil lain rusak dibakar pelaku.

    Dari keterangan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, penyerangan itu berawal dari kabar hoaks prajurit TNI yang bertugas di Direktorat Hukum Angkatan Darat (Ditkumad) bernama Prada Muharman Ilham (MI) yang mengaku dikeroyok. 

    Setelah ditelusuri ternyata Prada MI mengalami kecelakaan tunggal dan tidak mengalami pengeroyokan yang memicu penyerangan tersebut. Prada MI mengalami kecelakaan tunggal akibat tidak konsentrasi dan tidak dapat mengendalikan motornya saat akan menyalip motor yang ada di depannya.
     
    "Ditemukan bahwa prajurit MI telah menghubungi 27 rekannya soal hoaks dirinya mengalami pengeroyokan," kata Hadi dalam keterangannya kemarin, Minggu (30/8).

    Ratusan orang kemudian terprovokasi hingga menyebabkan kerugian perusakan gerobak di jalan, sebuah retail, dan pembakaran di Polsek Ciracas.Hadi menyayangkan hoaks atau kabar bohong dari Prada MI yang mengakibatkan kerusakan Polsek Ciracas. Ia mengimbau pada seluruh masyarakat, TNI, maupun Polri agar tidak mudah terhasut apabila ada berita yang belum tentu kebenarannya.

    "Kami semua menyesalkan kejadian tersebut. Saya mengimbau agar seluruh masyarakat, TNI, maupun Polri tidak mudah terhasut apabila ada berita-berita yang belum tentu kebenarannya sehingga mengakibatkan kerugian bagi masyarakat," ucapnya.

    Sementara dari keterangan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa, sebanyak 31 anggota TNI AD yang terlibat dalam insiden tersebut telah diperiksa. 12 orang di antaranya ditahan di Polisi Militer Kodam Jaya (Pomdam Jaya), Guntur, Jakarta.

    Sedangkan 19 personel TNI AD lainnya masih dalam proses pemeriksaan. Andika menyebut, terdapat personel TNI berpangkat sersan mayor yang diduga terlibat dalam insiden itu.

    Ia memastikan seluruh personel TNI AD yang terlibat penyerangan Polsek Ciracas ini akan dipecat dari dinas militer selain proses hukum secara pidana.

    "Lebih baik kita kehilangan 31 atau berapapun prajurit yang terlibat, apapun perannya daripada nama TNI AD akan terus rusak oleh tingkah laku tidak bertanggung jawab yang sama sekali tidak mencerminkan sumpah prajurit yang mereka ucapkan, janjikan, saat menjadi anggota TNI AD," ujar Andika.

    Insiden serupa diketahui pernah terjadi pada 2018. Saat itu Polsek Ciracas juga diserang dan dibakar oleh ratusan orang.

    Penyerangan saat itu diduga dipicu pengeroyokan anggota TNI beberapa hari sebelumnya. Polisi kemudian menangkap lima orang yang disebut sebagai pengeroyok anggota TNI tersebut. Namun tak dijelaskan soal identitas pelaku.

    Menanggapi peristiwa penyerangan yang terjadi di Polsek Ciracas, Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi dalam keterangannya mendesak Panglima TNI dan Kapolri untuk segera mengendalikan pasukannya dalam meredam ketegangan yang terjadi di Ciracas dan daerah sekitarnya.

    "Pimpinan TNI dan Polri harus segera mengambil langkah antisipatif untuk mencegah situasi dan kondisi yang memburuk," kata Direktur Imparsial Al Araf.

    Pihaknya juga meminta agar para personel TNI AD yang terlibat diproses hukum peradilan hingga menjadi bagian efek jera kepada yang lain untuk tidak melakukan tindakan serupa. Menurutnya, penghukuman yang minim dalam kasus-kasus tersebut membuat kasus yang sejenis kembali berulang.

    "Pemerintah dan aparat keamanan juga wajib memastikan rasa aman masyarakat di Jakarta, khususnya di daerah Ciracas dan sekitarnya," tuturnya.

    Bagikan Artikel

    data.label
    data.label
    data.label
    data.label
    Beri penilaian untuk artikel Penyerangan Polsek: Kecelakaan Dipoles Hoaks Penganiayaan
    Sangat Suka

    0%

    Suka

    0%

    Terinspirasi

    0%

    Tidak Peduli

    0%

    Marah

    0%

    Komentar