Hidup Dan Mati di Tangan Tuhan Bukan Di Tangan Corona

Daftar Isi

    LancangKuning - Kenapa panik sama Corona? Dia hanyalah virus, bukan dia yang menyebabkan kita mati tapi Ijin Tuhan-lah  yang membuat kita pergi atau tidak dari dunia ini. Banyak pasien yang seharusnya sudah meninggal menurut ilmu kedokteran dan nalar manusia dan ternyata sampai sekarang masih  hidup. Kenapa? Karena ijin Tuhan untuk orang itu hidup masih ada.

    Namun aktor Ashraf yang terlihat bugarpun bisa meninggal tanpa sakit karena memang sudah IjinNya keluar dari dunia ini. Mati hidup di tangan Tuhan bukan di tangan corona.

    Jangan takut
    Jangan panik
    Jangan heboh

    Naik pesawat saja 50% kita sampai ditujuan dan 50% kemungkinan jatuh. Ada yang berani bisa klaim kalau kita naik pesawat, 100% gak bakalan jatuh? Itulah hidup, ada resikonya semua. Masuk ke kamar dan berdoa. Jalani hidup seperti sehari hari saja. Panik berlebihan akan membuat pikiranmu takut terkena, sehingga hari-hati hanya diisi dengan ketakutan.

    Takut salaman
    Takut keluar
    Takut makan
    Takut megang sesuatu

    Doakan supaya badan-mu kebal karena sampai sekarang belum ada antivaksinnya. Jangan lupa untuk tetap menjaga kehatan karena  percaya tanpa berbuat saja tidak cukup. Perlu perbuatan agar cara Tuhan bisa bekerja dalam hidupmu. Jangan biarkan corona jadi Tuhan kita.dia tidak ada apa-apanya dibanding Tuhan kita.

    Sumber : kepoid.com

    Bagikan Artikel

    data.label
    data.label
    data.label
    data.label
    Beri penilaian untuk artikel Hidup Dan Mati di Tangan Tuhan Bukan Di Tangan Corona
    Sangat Suka

    0%

    Suka

    0%

    Terinspirasi

    0%

    Tidak Peduli

    0%

    Marah

    0%

    Komentar