Daftar Isi

LancangKuning.Com - Pasar Desa Kemuning Muda Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) selalu dipadati ribuan masyarakat. Posisi Pasar terletak persis di gerbang jalan menuju Desa tersebut.
Dimana saat ini keramaian Pasar sudah diketui merambat di Desa Kemuning Tua, Kecamatan Kemuning di setiap Sabtu dari sore hingga malam.
"Kalau setiap pekan itu dipastikan ada ribuan orang yang akan penuh sesak di pasar ini. Baik dari masyarakat desa kami sendiri maupun dari Kemuning Tua sana," tutur Mukhsin, Sekretaris Desa Kemuning Tua. Jumat (22/12/16).
Mukhsin menjelaskan, kedatangan ribuan masyarakat desa di pasar itu membuat keberkahan tersendiri bagi warga setempat. Banyak masyarakat yang turut menjadi pedagang disana dan tentu membuat geliat ekonomi desa semakin baik.
"Bahkan pedagang yang datang banyak pula dari luar daerah. Seperti dari Jambi dan Belilas," katanya.
Ramainya orang berdagang di pasar itu, terang Mukhsin, dapat pula menjadi pemasukan bagi Pemerintah Desa. Baik dari retribusi parkir yang dikutip hingga retribusi lapak (los) yang disediakan cukup baik oleh Pemerintah Desa Kemuning Tua.
"Jadi sejak tahun lalu dengan anggaran desa yang kami miliki, kami mulai membangun los disana. Ukurannya 8 x 15 meter. Tahun ini juga kami bangun satu lagi dengan ukuran yang sama. Dari sinilah kami dapat mengutip retribusi pedagang yang menjadi pemasukan desa," paparnya.
Kedepan, ujar Mukhsin, mereka berencana membangun los tempat pedagang ikan, ayam dan daging. Dengan begitu katanya, tentu pasar yang dimiliki dapat lebih tertib dan teratur.
"Sejak dana yang dimiliki desa yang begitu besar, kami merupaya merencanakan pembangunan yang bermanfaat bagi masyarakat. Ini tepatnya dimulai sejak Program DMIJ diluncurkan Bupati Wardan pada 2014 lalu. Sudah banyak yang kami bangun, baik pasar itu sendiri maupun perbaikan jalan-jalan desa," ucapnya.
Setelah memiliki penghasilan dari retribusi pasar tersebut, ungkap Mukhsin, saat ini Pemerintah Desa Kemuning Tua juga berhasrat untuk mendirikan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam bentuk Unit Ekonomi Desa Simpan Pinjam (UED-SP). Selain bisa menjadi tambahan penghasilan desa, katanya, dengan ini masyarakat bisa terbantu, khususnya bagi yang terbentur permodalan.
"Itulah yang kami harapkan. Dengan begitu seperti pedagang-pedagang kita, petani juga, yang terbentur modal dapat terbantu," katanya.
"UED-SP itu biasanya memang menggunakan dana Provinsi, karena tidak ada tahun ini makanya tidak diselenggarakan. Mudah-mudahan tahun depan bisa berdiri karena katanya saat ini dana dari pusat sudah dibolehkan untuk itu," tandasnya. (Ydi)







Komentar