Banjir Air Mata Haru, Ratusan Muslim Sambangi Mushalla Al-Hidayah Usai Dirusak

Daftar Isi

    LancangKuning.com -  Dinding dan pagar Mushalla Al-Hidayah di Perumahan Agape, Tumalunting, Kauditan, Minahasa Utara memang rusak lantaran kelakuan 50an perusak tak bertanggung jawab.Namun, banjir air mata haru tak bisa dibendung saat ratusan Muslim berbondong menuju mushalla yang beradi di Blok R 59 ini.

    Di tengah pemandangan tak memanjakan mata akibat perusakan, sebagian Muslim sibuk menyapu, membersihkan lantai masjid yang akan digunakan untuk shalat berjamaah. Sebagian lainnya berkeliling, melihat dampak kerusakan, sembari bercengkerama. Terlihat wajah jengkel, tapi dibalut dengan kesabaran.Semakin siang, jumlah yang hadir kian banyak. Saat bagian dalam mushalla terisi penuh, masih banyak warga Muslim di luar mushalla.

    Selain kaum tua, dominasi ummat Islam yang hadir adalah kaum muda dan beberapa kaum wanita.Saat memasuki Mushalla, masyarakat Muslim kompak bershalawat. Shalawat Badar menjadi pilihan. Terdengar bersemangat, juga mengharukan.Terbanyak perjuangan Nabi yang dilempari batu saat membuka ladang dakwah di Thaif, saat awal dakwah.Tak lama setelah itu, salah satu warga berinisiatif mengumandangkan adzan. Terdengar haru. Syahdu. 

    Sebab masih ada yang mengucapkan kalimat selain adzan, ada yang berinisiatif mengingatkan, supaya semuanya diam mendengarkan adzan.Momen amat mengharukan dan menyentuh hati ketika ada satu Muslim yang menangis sembari mengacungkan satu jari perlambang tauhid ke arah atas. Tangis yang kencang. Haru. Tapi tetap tak mengalahkan kumandang suara adzan. Bisa jadi tangi sesal karena mushalla yang merupakan tempat shalat dinista oleh sekelompok pemabuk yang mengaku tak nyaman hidupnya karena suara toa.

    Bagikan Artikel

    data.label
    data.label
    data.label
    data.label
    Beri penilaian untuk artikel Banjir Air Mata Haru, Ratusan Muslim Sambangi Mushalla Al-Hidayah Usai Dirusak
    Sangat Suka

    0%

    Suka

    0%

    Terinspirasi

    0%

    Tidak Peduli

    0%

    Marah

    0%

    Komentar