Ciri-Ciri Gaya Dalam Struktur Bangunan

Daftar Isi

    LancangKuning Arsitektur adalah seni dan ilmu dalam mendesain suatu bangunan yang melibatkan perasaan dan emosi sehingga menjadikannya suatu seni baik berupa bangunan maupun lingkungan binaan. Ini adalah berbagai gaya arsitektur bangunan;

    Arsitektur mediterranean

    Gaya arsitektur mediterania memiliki ornamen yang lebih sederhana, memberikan kesan yang mengutamakan kenyamanan. Pada akhir tahun 90-an gaya arsitektur ini mulai banyak diaplikasikan pada desain rumah di Indonesia. Eksterior pada bangunan bergaya arsitektur mediterania umumnya dinamis. Tata letak bangunan tersebar pada rumah dengan area yang luas, meskipun ada juga rumah bergaya mediterania dengan komposisi kompak, untuk rumah dengan lahan yang lebih terbatas. Balkon yang menonjol keluar dari fasad / fasad tanpa atap dan pagar balkon, serta jendela yang semakin kecil juga merupakan ciri khas arsitektur Mediterania.

    Interior memiliki dimensi yang lebih fungsional, plafon umumnya langsung menampakkan struktur atap dan tidak terlalu tinggi. Untuk gedung bertingkat, plafon langsung menunjukkan struktur lantainya. Namun di Indonesia pada umumnya masih menggunakan plafon, baik pada bangunan satu lantai maupun pada rumah bertingkat. Hal ini disebabkan persepsi sebagian besar masyarakat Indonesia yang menganggap rumah tidak lengkap jika tidak memiliki plafon. Bahan bangunan pada gaya arsitektur mediterania umumnya menggunakan bahan bangunan alami, seperti kayu dengan finishing matte / dof, besi tempa, penutup lantai keramik rustic dengan nat lebar (+/- 4-7 mm), batu alam berwarna terang (krem, beige) walaupun banyak juga yang menggunakan cat sebagai finishing eksterior terutama interior.

    Arsitektur country

    Rumah dengan gaya arsitektur pedesaan merupakan gaya arsitektur yang mencerminkan rumah di pedesaan yang dekat dengan alam, dan memberikan peran kepada alam dalam hal sirkulasi udara, sistem pencahayaan, dan bahan baku. Rumah dengan gaya arsitektur pedesaan sangat cocok untuk mendapatkan kenyamanan, lebih dekat dengan alam. Rumah dengan gaya arsitektur country semakin sempurna jika didukung dengan pemandangan yang luas dan asri. Gaya arsitektur country ini disesuaikan dengan iklim lokasi.

    Teras besar di bagian depan dan belakang sering kali dilengkapi dengan furnitur untuk bersantai. Massa bangunan umumnya melebar atau memanjang. Interiornya lebih luas dan transparan, langit-langit memperlihatkan struktur atap. Sistem sirkulasi udara mengutamakan peran alam dengan membuat jendela yang agak besar dan banyak. Bahan bangunan alami merupakan bahan bangunan yang mendominasi rumah bergaya pedesaan. Kayu dengan ijuk bening dan kasar, batu alam, batu kapur, batu kali yang dikerjakan dengan pengerjaan sederhana namun rapi.

    Arsitektur modern

    Arsitektur modern memiliki ornamen yang minim dan fungsional. Dalam arsitektur modern, fungsi diutamakan dalam menentukan bentuk, ukuran dan material. Eksterior rumah dengan gaya arsitektur modern didominasi oleh jendela yang lebar dan / atau tinggi, dengan alas beton memanjang dan kanopi ke depan. Dengan kolom sederhana atau bahkan tanpa kolom. Bentuk rumah modern di dekorasi dengan ornamen sederhana garis vertikal, horizontal dan diagonal pada dinding eksterior yang luas.

    Interior rumah modern ditata dengan ornamen sederhana, plafon bertingkat, dan rongga pada ruang publik yang memberi kesan luas. Material bangunan berupa finishing stainless steel poles, aluminium anodized, glossy tile, tinted glass, merupakan material dengan jenis finishing yang menjadi ciri khas rumah modern pada masa-masa awal perkembangannya di Indonesia. Saat ini banyak bahan bangunan dengan teknologi modern telah menjadi komponen penting seperti logam galvanis, granite, grc, logam berlubang, dll.

    Arsitektur klasik

    Bergaya arsitektur klasik, memberikan kesan mewah pada bangunan. Pilar, ornamen, dan profil pada daftar plang dan bingkai jendela yang disajikan dalam seni Romawi atau Yunani kuno merupakan ciri khas arsitektur klasik. Di Indonesia, gaya arsitektur klasik mulai banyak digunakan pada bangunan tempat tinggal pada awal tahun 80-an. Bahkan saat ini pun banyak terdapat rumah baru yang menggunakan gaya arsitektur klasik.

    Eksterior juga merupakan hal yang penting pada sebuah bangunan klasik. Umumnya bangunan klasik memiliki ukuran yang melebihi kebutuhan fungsionalnya. Tata letak jendela yang teratur pada tampilan depan bangunan, dan komposisi bangunan yang simetris juga menjadi ciri khas bangunan klasik. Interior klasik umumnya memiliki tinggi plafon ideal melebihi 3,5 meter, sehingga bisa mengekspresikan kemegahan. Profil terperinci melindungi pertemuan antara langit-langit dan dinding bangunan. Tangga pada bangunan klasik dibuat lebar berupa lengkungan pada sebagian atau seluruh anak tangga.

    Bahan bangunan yang digunakan pada bangunan klasik umumnya adalah bahan alam. Pengolahan bahan bangunan klasik juga perlu mengekspresikan seni pada masanya, seperti besi cor, marmer, batu alam, yang merupakan bahan ideal untuk menghadirkan bangunan dalam gaya arsitektur klasik. Tidak harmonis jika kita membuat rumah dengan gaya arsitektur klasik pada jendela nya kita menggunakan alumunium dengan finishing anodized. Karena pertimbangan kemudahan perawatan dan biaya, terkadang kita terpaksa menggunakan aluminium, hanya saja kita perlu memperhatikan finishing yang kita gunakan agar rumah klasik benar-benar sesuai dengan konsepnya, kemudian kita menggunakan finishing coating powder warna putih.

    Arsitektur gotik

    Arsitektur gothic adalah kelanjutan dari jenis arsitektur romantis. Arsitektur ini menonjolkan kolom-kolomnya yang besar sehingga memberikan kesan megah dan megah, tipe ini juga sangat memperhatikan detail arsitektur yang ada. Ciri khusus lainnya adalah penyediaan patung yang sangat banyak dan variasi, biasanya digunakan sebagai vocal point atau point of interest adalah pintu masuk, arsitektur ini juga banyak menggunakan kaca mozaik berbentuk bunga, ciri atapnya sangat tinggi, melengkung sedikit lancip. Contoh bangunan jenis ini adalah gereja Gotik yang muncul pada abad ke-12 - 16. (winxy)

    Bagikan Artikel

    data.label
    data.label
    data.label
    data.label
    Beri penilaian untuk artikel Ciri-Ciri Gaya Dalam Struktur Bangunan
    Sangat Suka

    0%

    Suka

    0%

    Terinspirasi

    0%

    Tidak Peduli

    0%

    Marah

    0%

    Komentar