Metode Inferensi Sistem Pakar

Daftar Isi

    LancangKuning - Metode inferensi adalah metode yang mengolah pengetahuan di basis pengetahuan untuk menghasilkan solusi yang paling tepat berdasarkan kebutuhan pengguna sistem pakar

    Yang dilakukan modul mesin inferensi dalam sistem pakar adalah Mesin inferensi pertama adalah komponen sistem pakar. Sistem pakar tipikal terdiri dari basis pengetahuan dan mesin inferensi. Basis pengetahuan menyimpan fakta tentang dunia. Mesin inferensi menerapkan aturan logis ke basis pengetahuan dan menyimpulkan pengetahuan baru.

    Karakteristik system pakar adalah Pertumbuhan sistem pakar diperkirakan akan terus berlanjut selama beberapa tahun. Dengan pertumbuhan yang berkelanjutan, banyak aplikasi baru dan menarik akan bermunculan. Sistem pakar beroperasi sebagai sistem interaktif yang menanggapi pertanyaan, meminta klarifikasi, membuat rekomendasi, dan secara umum membantu proses pengambilan keputusan. Sistem pakar memberikan nasihat dan panduan ahli dalam berbagai aktivitas mulai dari diagnosis komputer hingga operasi medis yang rumit.

    Sistem pakar biasanya dirancang untuk memiliki karakteristik umum berikut ini.

    1. Kinerja Tingkat Tinggi:

    Sistem harus mampu merespons pada tingkat kompetensi yang setara atau lebih baik daripada sistem pakar di lapangan. Kualitas nasihat yang diberikan oleh sistem harus memiliki integritas tingkat tinggi dan rasio kinerjanya juga harus sangat tinggi.

    1. Kekhususan Domain:

    Sistem pakar biasanya sangat spesifik untuk domain. Misalnya, sistem pakar diagnostik untuk pemecahan masalah komputer harus benar-benar melakukan semua manipulasi data yang diperlukan seperti yang dilakukan oleh pakar manusia. Pengembang sistem semacam itu harus membatasi ruang lingkup sistemnya hanya pada apa yang diperlukan untuk menyelesaikan masalah sasaran. Alat khusus atau bahasa pemrograman sering dibutuhkan untuk mencapai tujuan khusus dari sistem.

    1. Keandalan yang Baik:

    Sistem pakar harus dapat diandalkan seperti pakar manusia.

    1. Dapat Dipahami:

    Sistem harus dapat dimengerti yaitu dapat menjelaskan langkah-langkah penalaran saat menjalankan. Sistem pakar harus memiliki kemampuan penjelasan yang serupa dengan kemampuan penalaran pakar manusia.

    1. Waktu Respons yang Memadai:

    Sistem harus dirancang sedemikian rupa sehingga mampu bekerja dalam waktu singkat, sebanding dengan atau lebih baik dari waktu yang dibutuhkan oleh seorang ahli manusia untuk mencapai suatu titik keputusan. Sistem pakar yang membutuhkan waktu satu tahun untuk mencapai keputusan dibandingkan dengan waktu pakar manusia dalam satu jam tidak akan berguna.

    1. Gunakan representasi simbolik:

    Sistem pakar menggunakan representasi simbolik untuk pengetahuan (aturan, jaringan atau bingkai) dan melakukan inferensi mereka melalui komputasi simbolik yang sangat mirip dengan manipulasi bahasa alami.

    1. Terkait dengan Pengetahuan:

    Sistem pakar sering bernalar dengan metaknowledge yaitu mereka bernalar dengan pengetahuan tentang diri mereka sendiri dan batas dan kemampuan pengetahuan mereka sendiri. Penggunaan metaknowledge cukup interaktif dan sederhana untuk berbagai representasi data.

    1. Pengetahuan keahlian:

    Pakar sejati tidak hanya menghasilkan solusi yang baik tetapi juga menemukannya dengan cepat. Jadi, sistem pakar harus terampil dalam menerapkan ilmunya untuk menghasilkan solusi yang efisien dan efektif dengan menggunakan kecerdasan ahli manusia.

    1. Alasan yang Dibenarkan:

    Ini memungkinkan pengguna untuk meminta sistem pakar untuk membenarkan solusi atau saran yang diberikan olehnya. Biasanya, sistem pakar membenarkan jawaban atau saran mereka dengan menjelaskan alasannya. Jika suatu sistem adalah sistem berbasis aturan, ia menyediakan kepada pengguna semua aturan dan fakta yang digunakannya untuk mencapai jawabannya.

    1. Kemampuan menjelaskan:

    Sistem pakar mampu menjelaskan bagaimana kesimpulan tertentu dicapai dan mengapa informasi yang diminta diperlukan selama konsultasi. Ini sangat penting karena memberikan kesempatan kepada pengguna untuk mengakses dan memahami kemampuan penalaran sistem, sehingga meningkatkan kepercayaan pengguna pada sistem.

    1. Bahasa Pemrograman Khusus:

    Sistem pakar biasanya ditulis dalam bahasa pemrograman khusus. Penggunaan bahasa seperti LISP dan PROLOG dalam pengembangan sistem pakar menyederhanakan proses pengkodean. Keuntungan utama dari bahasa-bahasa ini, dibandingkan dengan bahasa pemrograman konvensional adalah kesederhanaan penambahan, penghapusan atau penggantian aturan baru dan kemampuan manajemen memori.(Edrian)

    Bagikan Artikel

    data.label
    data.label
    data.label
    data.label
    Beri penilaian untuk artikel Metode Inferensi Sistem Pakar
    Sangat Suka

    0%

    Suka

    0%

    Terinspirasi

    0%

    Tidak Peduli

    0%

    Marah

    0%

    Komentar