DLHK Pekanbaru Sisir Sejumlah Perusahaan, Bau Menyengat Tak Tahu Juga Sumbernya

Daftar Isi


    PEKANBARU, Lancangkuning.com- Penyebab aroma menyengat menyerupai gas dan limbah yang dikeluhkan warga Pekanbaru sejak Selasa malam (20/10/2026) hingga kini belum diketahui. Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru telah memeriksa sejumlah perusahaan dan kawasan perbatasan, tetapi belum menemukan indikasi kebocoran.

    Kepala DLHK Kota Pekanbaru, Reza Aulia, mengatakan pemeriksaan telah dilakukan ke sejumlah badan usaha, di antaranya PLTU Tenayan Raya, Medco PLTGU Tenayan Raya, dan EMP Teluk Lembu.

    Dari hasil pengecekan tersebut, petugas tidak menemukan kebocoran gas maupun instalasi pengolahan air limbah (IPAL). Pemeriksaan juga dilakukan di sejumlah wilayah perbatasan yang sebelumnya dilaporkan warga terdampak aroma tidak sedap.

    “Tidak ditemukan kebocoran gas maupun IPAL. DLHK Kota Pekanbaru juga sudah mengecek langsung ke wilayah-wilayah perbatasan yang dilaporkan warga,” kata Reza saat diwawancarai Pekanbaru TV melalui sambungan WhatsApp, Kamis (22/10/2026).

    DLHK Pekanbaru turut berkoordinasi dengan instansi lingkungan hidup di daerah sekitar untuk menelusuri kemungkinan sumber bau berasal dari luar wilayah kota.

    Menurut Reza, koordinasi dengan DLHK Kabupaten Kampar tidak menemukan laporan serupa. Pemeriksaan informasi dari wilayah Kerinci juga tidak menunjukkan adanya indikasi kebocoran.

    “Kami juga sudah berkoordinasi dengan Kepala DLHK Kampar, tidak ada laporan tentang munculnya aroma gas atau limbah. Begitu juga di wilayah Kerinci, tidak ada kebocoran, artinya normal seperti biasa,” ujarnya.

    Meski belum mengetahui sumber aroma tersebut, DLHK mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak berspekulasi mengenai penyebabnya.

    Reza meminta warga yang kembali mencium bau menyengat agar segera menyampaikan laporan melalui layanan darurat TRC 112 atau kanal media sosial resmi DLHK Kota Pekanbaru.

    “Kalau masih ada warga yang mencium aroma yang diakibatkan kebocoran gas atau IPAL, silakan lapor ke TRC 112 atau media sosial kami,” tuturnya.

    Warga Mengeluhkan Bau Sejak Selasa Malam

    Sebelumnya, sejumlah warga Pekanbaru mengeluhkan aroma menyengat yang menyerupai bau limbah dan gas sejak Selasa malam (20/10/2026).

    Keluhan tersebut salah satunya datang dari Muhammad Arif, warga Kecamatan Tuah Madani, kawasan Panam. Ia mengaku mencium bau busuk yang mengganggu aktivitas dan menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai sumber aroma tersebut.

    “Aromanya kayak bau busuk, limbah gitu. Kita warga bertanya-tanya, ini bau apa,” ujar Arif kepada Pekanbaru TV, Rabu (21/10).

    Ia berharap pemerintah segera menelusuri sumber bau tersebut agar masyarakat tidak terus-menerus terganggu. Terlebih, kondisi udara yang masih diselimuti kabut asap menambah ketidaknyamanan warga.

    “Ya, kita minta cepat ditelusuri, soalnya kan mengganggu ini, ditambah kabut asap,” katanya.

    Berdasarkan laporan warga, aroma menyengat tercium di sejumlah kawasan, antara lain Jalan HR Soebrantas, Cipta Karya, Garuda Sakti, Arengka, Simpang Tiga, Tuanku Tambusai, Harapan Raya, hingga Kecamatan Sukajadi.

    Hingga Kamis (22/10/2026), sumber aroma yang dikeluhkan masyarakat tersebut belum berhasil dipastikan. Penelusuran lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui penyebabnya dan memastikan kondisi lingkungan tetap aman bagi warga.(Rie) 

    Bagikan Artikel

    data.label
    data.label
    data.label
    data.label
    Beri penilaian untuk artikel DLHK Pekanbaru Sisir Sejumlah Perusahaan, Bau Menyengat Tak Tahu Juga Sumbernya
    Sangat Suka

    0%

    Suka

    0%

    Terinspirasi

    0%

    Tidak Peduli

    0%

    Marah

    0%

    Komentar

    Berita Terkait