Daftar Isi

PEKANBARU Lancangkuning.com- Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menyiagakan 21 pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) untuk memberikan pelayanan kepada warga di tengah memburuknya kualitas udara akibat kabut asap.
Langkah tersebut dilakukan menyusul meningkatnya jumlah warga yang mengalami gangguan kesehatan, terutama Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Berdasarkan pendataan Pemko Pekanbaru, kasus ISPA mengalami peningkatan signifikan dan hampir dua kali lipat dibandingkan kondisi normal.
Seluruh Puskesmas yang tersebar di wilayah Kota Pekanbaru diminta meningkatkan kesiapan pelayanan. Fasilitas kesehatan tersebut juga diharapkan dapat memberikan penanganan dengan cepat bagi masyarakat yang mengalami keluhan kesehatan akibat paparan asap.
Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, mengatakan Dinas Kesehatan telah diminta memastikan seluruh Puskesmas siap menghadapi kemungkinan bertambahnya jumlah pasien.
"Kita sudah minta Dinas Kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas dan melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA," ujar Markarius.
Menurutnya, peningkatan kasus ISPA berdasarkan hasil pendataan menunjukkan angka yang cukup signifikan. Dalam beberapa waktu terakhir, rata-rata kasus ISPA mencapai lebih dari 300 kasus per hari.
"Rata-rata kasus per hari mencapai 300 lebih," katanya.
Dengan meningkatnya jumlah penderita, 21 Puskesmas diharapkan menjadi fasilitas utama bagi masyarakat untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan awal, terutama warga yang mengalami batuk, sesak napas, maupun keluhan pada saluran pernapasan.
Selain memperkuat pelayanan kesehatan, Pemko Pekanbaru juga mengambil langkah untuk mengurangi risiko paparan kabut asap terhadap anak-anak.
Pemko sebelumnya menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi peserta didik mulai jenjang PAUD, TK, SD hingga SMP pada 7 dan 8 September 2026. Kebijakan tersebut diberlakukan menyusul kondisi kualitas udara di Pekanbaru yang berada pada kategori tidak sehat.
Penerapan PJJ ditujukan untuk mengurangi aktivitas anak-anak di luar ruangan sehingga risiko paparan asap dapat diminimalkan selama kualitas udara belum membaik.
Pemko Pekanbaru mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kabut asap. Warga yang mengalami batuk, sesak napas, atau keluhan lain pada saluran pernapasan diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.
Masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia, juga diingatkan untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan serta membatasi paparan asap hingga kondisi kualitas udara kembali membaik.(rue)







Komentar