Daftar Isi

Foto: Kepala SMPN 1 Concong Luar, Fatimah, S.Pd. (Dok. Hariadi)
Lancang Kuning, INHIL – SMPN 1 Concong Luar, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menjadi salah satu penerima bantuan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI tahun 2026 tahap pertama.
Melalui program tersebut, sekolah mendapatkan bantuan rehabilitasi lima ruang kelas, satu ruang perpustakaan serta pengadaan mobiler berupa meja dan kursi.
Total anggaran revitalisasi yang diterima SMPN 1 Concong Luar mencapai Rp866.440.000 dengan waktu pelaksanaan pekerjaan selama 112 hari kalender, terhitung sejak 31 Juli hingga 19 November 2026.
Kepala SMPN 1 Concong Luar, Fatimah, S.Pd, mengaku sangat bersyukur atas bantuan revitalisasi yang diterima sekolahnya.

Foto: Papan plang pekerjaan revitalisasi SMPN 1 Concong Luar.
"Kami sangat bersyukur atas adanya bantuan revitalisasi ini. Ada lima ruang yang direhabilitasi, termasuk perpustakaan, serta bantuan mobiler," ujar Fatimah saat dijumpai diruangan, Senin (14/9/2026) belum lama ini.
Ia menjelaskan, pelaksanaan pekerjaan menghadapi sejumlah kendala, terutama dalam proses pengangkutan material menuju lokasi sekolah yang bergantung pada kondisi pasang surut air laut.
"Material yang dibawa ke sini tergantung kepada pasang surut air laut. Itu menjadi salah satu kendala dalam pelaksanaan pekerjaan," katanya.
Selain itu, dana revitalisasi yang telah masuk sejauh ini mencapai sekitar 70 persen dari total anggaran yang tersedia.

Foto: 3 Ruang kelas yang akan diperbaiki SMPN 1 Concong Luar.
Akibat adanya proses rehabilitasi sejumlah ruang belajar, kegiatan belajar mengajar di SMPN 1 Concong Luar untuk sementara waktu harus dilakukan dengan sistem pembagian jam belajar.
Para siswa dibagi menjadi dua sesi, yakni masuk pagi dan sore hari, karena sebagian ruang kelas sedang dalam proses perbaikan. Saat ini, SMPN 1 Concong Luar memiliki sekitar 270 peserta didik.
Fatimah berharap, setelah proses revitalisasi selesai, fasilitas pendidikan yang lebih baik dapat meningkatkan kenyamanan dan semangat para siswa dalam mengikuti kegiatan belajar.

Foto: 2 ruang kelas yang akan direhab dikemudian hari
"Dengan adanya perbaikan kelas ini nantinya kami berharap anak-anak semakin semangat untuk bersekolah. Mudah-mudahan ini menjadi semangat baru bagi peserta didik kami," ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Panitia pembangunan satuan pendidikan (P2SP) SMPN 1 Concong Luar Aswan, ST menyebutkan progres awal pekerjaan revitalisasi saat ini berada pada kisaran 5 hingga 10 persen.
Menurutnya, P2SP memiliki tugas untuk membantu memastikan bahan dan material yang digunakan dalam pekerjaan sesuai dengan rencana anggaran biaya (RAB).
"Kami bertugas memastikan bahan-bahan yang digunakan sesuai dengan RAB. Sebagai wali murid, kami juga ikut membantu dan melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan pekerjaan rehabilitasi," ujarnya.
Ia menjelaskan, dari lima ruang yang direhabilitasi, pekerjaan saat ini difokuskan terlebih dahulu pada tiga ruang kelas, sementara dua ruang lainnya akan dikerjakan secara bertahap.
Dalam pelaksanaan pekerjaan, salah satu kendala yang dihadapi adalah pengadaan dan pengangkutan bahan bangunan, terutama material kayu.
"Kalau bahan kayu sudah tersedia, pekerjaan sebenarnya bisa berjalan lebih cepat. Namun, kendalanya ada pada pengadaan dan pengangkutan material," katanya.
Ia menambahkan, kondisi cuaca juga turut memengaruhi pelaksanaan pekerjaan, khususnya pekerjaan yang berkaitan dengan material kayu.
"Kalau pekerjaan rehabilitasi kayu, asal bahan tersedia dan cuaca mendukung, pekerjaan bisa berjalan lebih cepat. Karena itu kami saling membantu dan saling mengontrol agar pekerjaan dapat diselesaikan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan," pungkasnya. (LK/Har)







Komentar