Rupiah Terus Tertekan, KAMMI Pekanbaru Desak Pemerintah dan BI Bertindak Nyata

Daftar Isi


    LANCANGKUNING.COM,Pekanbaru-Merosotnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang terus berlanjut memicu keprihatinan berbagai kalangan. Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Pengurus Daerah Pekanbaru menilai kondisi tersebut sebagai alarm serius bagi perekonomian nasional dan daerah yang membutuhkan respons cepat dari pemerintah serta Bank Indonesia (BI).

    Ketua Bidang Kebijakan Publik PD KAMMI Pekanbaru, Muhammad Benny Fachrozie, menyatakan bahwa pelemahan rupiah yang berlangsung dalam waktu cukup lama berpotensi meningkatkan tekanan inflasi dan menurunkan daya beli masyarakat.

    Menurutnya, pemerintah dan Bank Indonesia tidak boleh hanya mengandalkan narasi optimisme tanpa disertai langkah konkret yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Ia menegaskan bahwa stabilitas nilai tukar merupakan faktor penting dalam menjaga harga barang dan jasa tetap terkendali.

    “Pelemahan rupiah yang terus terjadi harus menjadi perhatian serius. Pemerintah dan BI perlu menghadirkan kebijakan yang efektif untuk menjaga stabilitas ekonomi. Masyarakat membutuhkan solusi nyata, bukan sekadar pernyataan bahwa kondisi ekonomi masih aman,” ujar Benny.

    Ia menambahkan, dampak pelemahan rupiah mulai dirasakan oleh masyarakat melalui kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok dan meningkatnya biaya hidup. Karena itu, langkah antisipatif harus segera dilakukan agar tekanan ekonomi tidak semakin membebani masyarakat, khususnya kelompok berpenghasilan rendah.

    Benny juga menyoroti berbagai program pengendalian inflasi yang selama ini dijalankan. Menurutnya, program-program tersebut perlu dievaluasi secara menyeluruh agar mampu menjawab tantangan ekonomi yang semakin kompleks.

    “Kami mendorong Bank Indonesia untuk lebih fokus pada kebijakan yang menyentuh akar persoalan. Program pengendalian inflasi harus mampu memberikan dampak nyata dan terukur bagi masyarakat, terutama dalam menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok,” katanya.

    Sementara itu, Ketua Umum PD KAMMI Pekanbaru, Defriandy Nugroho, meminta Bank Indonesia bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) memperkuat koordinasi dalam menghadapi potensi gejolak ekonomi akibat pelemahan rupiah.

    Ia menegaskan bahwa pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan otoritas moneter harus bergerak secara sinergis untuk menjaga stabilitas ekonomi dan melindungi daya beli masyarakat.

    “PD KAMMI Pekanbaru mendesak adanya langkah-langkah konkret, mulai dari penguatan kebijakan moneter, pengendalian inflasi yang lebih efektif, hingga perlindungan terhadap masyarakat yang terdampak. Kondisi ini tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa karena menyangkut kesejahteraan rakyat secara langsung,” tutup Defriandy.(rie)

    Bagikan Artikel

    data.label
    data.label
    data.label
    data.label
    Beri penilaian untuk artikel Rupiah Terus Tertekan, KAMMI Pekanbaru Desak Pemerintah dan BI Bertindak Nyata
    Sangat Suka

    0%

    Suka

    0%

    Terinspirasi

    0%

    Tidak Peduli

    0%

    Marah

    0%

    Komentar

    Berita Terkait