Daftar Isi

Harimau Sumatera
LANCANGKUNING.COM,Pekanbaru — Keberadaan Harimau Sumatera kembali mengundang perhatian warga setelah seekor satwa dilindungi tersebut terekam kamera berada di tepi hutan dekat permukiman warga Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Riau.
Video penampakan harimau itu beredar luas di media sosial setelah diunggah akun Instagram @Infosorek dan memicu kekhawatiran masyarakat setempat.
Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau membenarkan adanya kemunculan terbaru Harimau Sumatera di lokasi tersebut. Kepala Bidang Teknis BBKSDA Riau, Ujang Holisudin, mengatakan laporan dari masyarakat diterima pada Rabu (28/1/2026) pagi.
“Kami baru menerima laporan pagi ini bahwa Harimau Sumatera kembali muncul di lokasi yang hampir sama dengan penampakan sebelumnya,” ujar Ujang.
Ia menjelaskan, sejak kemunculan awal sekitar sepekan lalu hingga Minggu (25/1/2026), tim BBKSDA Riau telah melakukan berbagai upaya mitigasi, termasuk penghalauan, pemasangan camera trap, serta pemantauan menggunakan drone thermal. Namun, saat itu keberadaan satwa tidak terdeteksi.
“Berdasarkan informasi masyarakat yang diterima petugas resort dan seksi wilayah, harimau kembali terlihat di lokasi yang hampir sama,” jelasnya.
Merespons laporan terbaru tersebut, BBKSDA Riau kembali mengerahkan petugas ke lapangan untuk melakukan penanganan dan pemantauan lanjutan. Dalam video yang beredar, tampak seekor Harimau Sumatera duduk di pinggir hutan dekat jalan, mengejutkan warga yang melintas menggunakan kendaraan. Percakapan dalam video memperlihatkan perekam dan penumpang lain memastikan bahwa satwa tersebut benar-benar harimau.
Sebelumnya, masyarakat juga sempat dihebohkan dengan video yang memperlihatkan beberapa individu yang diduga anak harimau di wilayah yang sama. Menindaklanjuti hal tersebut, BBKSDA Riau langsung menurunkan tim mitigasi pada Senin (19/1/2026).
Kepala Balai Besar KSDA Riau, Supartono, menjelaskan bahwa hasil identifikasi tim di lapangan menunjukkan lokasi kemunculan berada di perbatasan kawasan hutan yang merupakan bagian dari kantong habitat alami Harimau Sumatera. Jarak lokasi dengan permukiman warga diperkirakan hanya sekitar 200 hingga 300 meter.
“Hasil pemantauan juga mengindikasikan adanya lebih dari satu individu. Kami menduga harimau tersebut merupakan satu kelompok keluarga yang terdiri dari satu induk dan anak berusia sekitar empat hingga lima bulan,” ungkap Supartono.
Saat ini, tim gabungan yang melibatkan unsur TNI, Polri, pihak Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH), serta masyarakat setempat terus melakukan pemantauan intensif. Fokus utama penanganan adalah menggiring kawanan harimau agar kembali menjauh dari permukiman dan masuk ke kawasan hutan yang lebih aman.
Selain itu, BBKSDA Riau mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, tidak menyebarluaskan video penampakan satwa guna menghindari kepanikan dan informasi hoaks, serta segera melaporkan jika kembali menemukan tanda-tanda keberadaan Harimau Sumatera di sekitar permukiman.(rie/MCr)







Komentar