Tips Memilih Laptop untuk Video Editing

Daftar Isi

     

     

    LancangKuning.com-Salah satu segmen yang tengah ramai disasar oleh pabrikan laptop adalah para kreator konten, karena kabarnya permintaan untuk laptop di segmen ini terbilang besar.

    Kreator konten yang dimaksud di sini contohnya adalah fotografer, desainer grafis, animator 3D, serta editor video. Jadi, laptop dengan spesifikasi seperti apa sih yang dibutuhkan untuk pekerjaan-pekerjaan seperti itu?

    Prosesor dan RAM

     

    Ini adalah dua komponen yang bisa dibilang paling penting untuk untuk laptop kreator konten. Kebanyakan aplikasi yang mereka pakai dioptimasi untuk bisa memanfaatkan CPU modern dengan jumlah core yang banyak.

    Jadi cara paling mudah untuk memilihnya adalah, semakin banyak core yang dimiliki maka biasanya akan semakin bagus. Selain jumlah core, hal penting lain dari prosesor ini adalah jumlah thread yang dimiliki. Aturannya pun sama, semakin banyak maka akan semakin bagus.

    "Yang harus perhatikan adalah sistem dnegan prosesor kencang dengan multi core, seperti lini produk Intel Core i7 adalah pilihan yang bagus. Software kami sudah dioptimasi untuk memanfaatkan dari multithread jadi anda akan bisa memaksimalkan chip ini," ujar Michel Yavercovski, Senior Director of Product Management for Corel video products, seperti dikutip detikINET dari Tech Radar, Kamis (6/2/2020).

    Untuk menilai kemampuan prosesor tersebut, biasanya software yang dipakai adalah Cinebench, karena mempunyai prinsip yang sama dengan software editor seperti Apple Final Cut Pro dan Adobe Premiere Pro, yang memang dibuat untuk bisa mendistribusikan 'pekerjaan' ke semua core yang dimiliki oleh prosesor.

    Butuh angka patokan skor Cinebench? Skor di atas 700 sebenarnya sudah relatif bagus untuk sebuah laptop, alias sudah cukup mumpuni untuk dipakai mengolah video. Meski sebenarnya saat ini skor prosesor laptop seperti Intel Core i7-9750H bisa dengan mudah menembus skor 900, atau bahkan 1000 jika suhunya bisa dijaga tetap rendah.

    Soal RAM pun mudah, pilihlah dengan kapasitas yang terbesar, dan bahkan usahakan untuk mengaktifkan 'dual channel' di RAM-nya. Biasanya ada pembuat laptop yang memberikan slot SODIMM tambahan agar penggunanya bisa menambah RAM dan mengaktifkan 'dual channel' agar performanya meningkat.

    SSD atau hardisk?


    Untuk booting, SSD bisa dibilang adalah kewajiban untuk saat ini. Terutama karena kecepatan hardisk yang segitu-gitu saja, dan harga SSD yang sudah semakin turun. Booting OS dan aplikasi akan meningkat signifikan jika menggunakan SSD.

    Sementara untuk proses editing video -- untuk menyimpan file video yang diedit -- biasanya membutuhkan kapasitas yang sangat besar. Jika dana yang ada terbatas, mungkin masih bisa menggunakan hardisk untuk keperluan ini.

    Penggunaan SSD di keperluan ini 'hanya' akan terasa perbedaannya dengan hardisk saat memutar beberapa potongan video secara sekaligus, atau mengolah video dengan resolusi besar, misalnya 4K.

    Kombinasi SSD dan hardisk bisa jadi pilihan untuk dana yang terbatas. Namun syaratnya adalah laptop yang dipakai punya dua slot storage yang bisa dimanfaatkan. Misalnya slot M.2 (untuk SSD) dan slot 2,5 inch (untuk hardisk).

    Jika slot yang tersedia cuma satu, pilihan lainnya adalah menggunakan storage eksternal untuk menyimpan file video. Oh ya, untuk SSD, slot M.2 NVMe menawarkan kecepatan yang lebih kencang ketimbang slot SATA 2,5 inch.

    Graphic processing unit (GPU) dedicated, penting nggak?

    Penggunaan chip grafis yang dedicated seperti seri GTX (dan RTX) dari Nvidia atau seri RX dari AMD akan membantu mempercepat proses render video di software-software editor video seperti Adobe Premiere Pro.

    "Lalu untuk kartu grafis, coba cek seri Nvidia GeForce RTX atau GTX terbaru, atau juga Intel Iris atau HD Graphics untuk pemrosesan keseluruhan yang lebih kencang. Kebanyakan kartu grafis baru juga mendukung HEVC, yang bisa membuat format video menjadi lebih baru," ujar Yavercovski.

    Di sisi lain, laptop dengan chip grafis semacam ini juga membuat laptopnya bisa dipakai bermain game saat senggang.

    Layar


    Layar dengan resolusi 1080p saat ini sudah menjadi hal lazim untuk laptop kelas atas (bahkan menengah), jadi resolusi tak lagi jadi masalah. Ukuran layar malah relatif lebih penting, karena semakin besar layar tentu akan semakin nyaman untuk melakukan video editing.

    Layar 15 inch atau bahkan 17 inch adalah pilihan tepat untuk melakukan video editing. Namun jika mencari laptop yang lebih mudah dibawa-bawa, mungkin layar 13 inch atau 14 inch bisa jadi pilihan, apalagi sekarang banyak pembuat laptop yang menawarkan layar dengan bezel tipis, membuat layar 14 inch bisa dibenamkan ke bodi laptop yang sekecil 13 inch.

    Untuk jenis panel layar, sepertinya panel IPS bisa jadi pilihan karena mempunyai viewing angle yang besar. Aspek penting lainnya adalah dukungan color gamut Adobe RGB atau P3, yang semakin besar akan semakin bagus.

     

    Bagikan Artikel

    data.label
    data.label
    data.label
    data.label
    Beri penilaian untuk artikel Tips Memilih Laptop untuk Video Editing
    Sangat Suka

    0%

    Suka

    0%

    Terinspirasi

    0%

    Tidak Peduli

    0%

    Marah

    0%

    Komentar