Istri Buta, Lumpuh dan Hamil Tua Tewas Dianiaya Suaminya

Daftar Isi

     

    ilustrasi


    JAKARTA-Menggenaskan nasib yang dialami NM (37), yang dalm kondisi hamil enam bulan, buta dan lumpuh dianiaya suaminya Moza (39) hingga akhirnya tewas dalam perawatan di rumah sakit. Laki-laki ini akhirnya ditangkap Polres Bangkalan, Madura, Jawa Timur.

    Pernikahan Mosa dan NM terjadi tahun 1998 lalu, dan kemudian membawa istrinya ini ke rumahnya di Kecamatan Konang, Kabupaten Bangkalan. Sedangkan rumah NM berada di Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang.

    Sepuluh tahun pernikahan, penglihatan NM bermasalah, dia buta total pada 2009. Namun, seperti diceritakan Mosa kepada penyidik, kebutaan itu tak membuat cintanya luntur. Mosa yang sesekali bolak-balik ke Surabaya untuk bekerja, tetap merawat NM sebaik dan semampu yang ia bisa.

    Bahkan, kehamilan NM yang diketahui sejak Juli 2019, menguatkan bahwa rumah tangga mereka baik-baik saja. Ketika NM tiba-tiba lumpuh saat usia kehamilannya dua bulan, sikap Mosa tak berubah. Dia tetap merawat istrinya yang terbaring sepanjang hari, makan dan minum juga disuapi.

    Buta, hamil, dan lumpuh barangkali membuat mood NM yang naik turun. Hingga terjadi lah peristiwa semburan yang membuat Mosa jengkel bukan kepalang.

    Seperti tertulis dalam laporan penyidik, pertengah bulan November, saat sedang disuapi, NM tiba-tiba menyemburkan isi mulutnya dan mengenai wajah Mosa. Dengan kejengkelan memenuhi dada, ia mencubit paha istrinya hingga muncul lebam membiru.

    Cubitan itu hanya permulaan. Tiga hari kemudian, NM duduk santai sambil memukul-mukulkan tongkat ke betisnya. Mosa menegur karena ia tak mau istrinya menganiaya dirinya sendiri.

    Tapi NM tak menurut sehingga emosi Mosa membuncah lagi. Diraihnya tongkat itu lalu dipukulkan beberapa kali ke betis NM.

    "Mukulnya sedikit dan gak terlalu keras," tutur Mosa.
    Dua hari berselang, penganiayaan kembali terjadi, giliran gantungan baju dipukulkan Mosa ke punggung istrinya. Penyebab, NM tak mau meminum obat dan air yang sudah dibacakan doa oleh kiai agar cepat sembuh. Karena dipaksa, air dalam mulut disemburkan lagi ke Mosa.

    Serangkaian penganiayaan itu baru terhenti ketika NM dijemput keluarganya untuk dibawa berobat. Dalam mobil NM menceritakan perlakuan kasar yang dia alami selama dua bulan terakhir. Cerita pilu itu berakhir di RSUD Sampang, NM tiba-tiba pingsan dalam perjalanan pulang itu.
    Di rumah sakit itulah, cerita pilu NM terbukti bukan bualan. Luka lebam di sekujur badan adalah bukti kuat akan kekerasan yang dialam NM.

    Dan penderitaan NM pun berakhir pada 21 Desember 2019 lalu, ia meninggal dunia setelah tiga hari menjalani rawat inap. Meninggalnya NM direspon keluarga dengan melaporkan Mosa ke Polres Bangkalan.

    Polisi bergerak cepat. Sejumlah penyidik bergegas ke RSUD Sampang untuk minta korban divisum. Sebagian lain memantau rumah Mosa dan berkoordinasi tokoh masyarakat. Dan tak sampai 24 jam sejak laporan masuk, Mosa ditangkap tanpa perlawanan.

    "Saya tak emosi, saya hanya jengkel karena disembur. Saya menyesal," kata Mosa dengan nada bicara yang lugas.

    "Kamu tahu istrimu hamil enam bulan," tanya Kapolres Bangkalan, AKBP Rama Samtama Putera. Mosa mengangguk.

    "Kalau istri sedang hamil, kesabaran suami harus ditambah, jangan malan dianiaya," Kapolres menasihati, Selasa (24/12/2019).(rie/lp6)

    Bagikan Artikel

    data.label
    data.label
    data.label
    data.label
    Beri penilaian untuk artikel Istri Buta, Lumpuh dan Hamil Tua Tewas Dianiaya Suaminya
    Sangat Suka

    0%

    Suka

    0%

    Terinspirasi

    0%

    Tidak Peduli

    0%

    Marah

    0%

    Komentar