Investor dan Pemasok MBG Geruduk Kantor BGN, Tuntut Pembayaran Dapur Gizi yang Tertunda

Daftar Isi


    Investor SPPG mengamuk di Kantor Badan Gizi Nasional.(ft:taktis.co)

    LANCANGKUNING.COM,Jakarta- Sejumlah investor pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendatangi kantor Badan Gizi Nasional di Jalan Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (8/6/2026). Mereka menuntut kejelasan terkait pembayaran pembangunan dapur MBG yang hingga kini disebut belum diselesaikan.

    Aksi protes berlangsung cukup tegang. Salah seorang investor terlihat meluapkan kemarahannya di lobi kantor BGN dan terlibat adu argumen dengan petugas keamanan saat berusaha menemui Kepala BGN, Nanik S Deyang.

    Dengan nada tinggi, pria tersebut meminta kepastian mengenai pembayaran sejumlah proyek SPPG yang telah mereka biayai. Para investor mengaku telah mengeluarkan dana dalam jumlah besar untuk mendukung program unggulan pemerintah tersebut, namun hingga kini belum memperoleh kepastian pencairan dana.

    Tidak hanya investor, protes juga datang dari kalangan pemasok bahan pangan program MBG. Pada Selasa (9/6/2026), dua perempuan asal Sumatera Utara melakukan aksi blokade di pintu gerbang masuk kantor BGN sebagai bentuk kekecewaan terhadap tunggakan pembayaran yang belum diselesaikan.

    Kedua pemasok tersebut mengaku telah menyuplai berbagai kebutuhan pangan untuk operasional dapur MBG, mulai dari makanan kering hingga buah-buahan. Namun, pembayaran yang nilainya mencapai ratusan juta rupiah disebut belum mereka terima.

    Salah seorang pemasok, Helma Sirait, mengatakan dirinya sengaja datang ke Jakarta untuk memperjuangkan hak pembayaran yang hingga kini belum dipenuhi.

    “Kami hanya meminta hak kami dibayarkan sesuai kesepakatan. Barang sudah kami kirim dan digunakan, tetapi pembayaran belum juga kami terima,” ujarnya.

    Keluhan serupa disampaikan Fransiska Simanjuntak. Ia berharap pemerintah dan BGN segera turun tangan menyelesaikan persoalan tersebut agar tidak semakin merugikan para pemasok yang telah mendukung program MBG.

    “Jangan sampai pemasok yang sudah membantu program ini justru mengalami kerugian besar,” katanya.

    Para investor dan pemasok menilai pengelolaan sejumlah SPPG belum berjalan optimal sehingga menimbulkan dampak finansial bagi pihak yang terlibat. Mereka mendesak BGN memperketat pengawasan terhadap pelaksanaan program MBG, terutama dalam mekanisme pembayaran kepada pihak ketiga.

    Selain itu, mereka meminta adanya pengawasan langsung dari pemerintah agar persoalan keterlambatan pembayaran tidak kembali terjadi dan program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan sesuai tujuan tanpa merugikan mitra yang telah berkontribusi dalam pelaksanaannya.(rie)

    Bagikan Artikel

    data.label
    data.label
    data.label
    data.label
    Beri penilaian untuk artikel Investor dan Pemasok MBG Geruduk Kantor BGN, Tuntut Pembayaran Dapur Gizi yang Tertunda
    Sangat Suka

    0%

    Suka

    0%

    Terinspirasi

    0%

    Tidak Peduli

    0%

    Marah

    0%

    Komentar