Daftar Isi

LANCANGKUNING.COM - Terkait pemutusan kontrak tenaga honorer di Kabupaten Rokan Hilir oleh Bupati Suyatno, salah satu Aktivis Pemuda Riau, Suyeni mengapresiasi langkah tersebut.
Menurut Suyeni dalam situasi saat ini hampir semua daerah mengalami devisit keuangan karena kebijakan pemerintah pusat yang masih menunggak ke Pemda.
Selain itu jumlah Tenaga Honorer Rohil tertinggi se Riau mencapai 12 ribu lebih, ini tentu sangat membebani APBD Rohil yang hanya mencapai 1,6 T saja. Maka kata Yeni, harus ada evaluasi terhadap tenaga honorer, sebab untuk sebulan saja Pemda harus mengeluarkan sekitar 30 Milyar.
"Tentu keberanian Bupati Rohil patut kita apresiasi jika berani mengurangi dan mencopot tenaga honorer," terang Suyeni kepada Lancangkuning.com, Sabtu (29/9/2018).

Foto: Suyeni aktivis pemuda Riau
Kata Suyeni, kebijakan yang dikeluarkan Bupati Suyatno ini tidak populis. Namun Suyatno berani demi pembangunan di Rohil tetap berjalan
"Namun kita berharap Pemda mempertahankan tenaga honorer yang aktif dan memiliki keterampilan khsusus. Selain itu, Pemda harus mengevaluasi kegiatan yang tidak perlu dengan mengedepankan Skala Prioritas," ungkapnya. (LK/yopi)







Komentar