Daftar Isi
Foto: Sanjayo Art
LancangKuning.com, Pekanbaru -- Sanjayo Art sanggar berasal dari Kabupaten Kampar mendapat kesempatan untuk menjadi penampilan pembuka Festival Teater Islam Dunia I dihadapan tamu undangan mancanegara.
Baca Juga: Gelar Festival Teater Islam Dunia I, Abdurrab Ajak Masyarakat Mengenal Islam
“Menunggu sebuah Posan bercerita bagaimana islam masuk dan bisa diterima oleh nusantara khususnya wilayah Sumatera,” kata Sutradara Teater Menuggun Sebuah Posan Sandy Alpagari di Pekanbaru, Jum’at (13/12/19).
Menurut Sandy didalam adat istiadat sebenarnya sudah memuat nilai keislaman, hal inilah yang menjadi penyebab islam bisa berdampingan dan masuk tanpa adanya pertikaian.
Baca Juga: Pasokan Listrik di Inhil Aman Jelang Natal dan Tahun Baru 2020
Teater berjudul menunggu sebuah Posan berhasil menghantarkan Sanjayo Art juara 1 nasional festival teater di Yogyakarta pada Bulan Oktober lalu.
Foto: Sanjayo Art
Usai mendapatkan gelar juara yang diadakan oleh Kementrian Agama RI, Sanggar yang berasal dari Kabupaten Kampar tersebut tidak berpuas diri dan terus berlatih dalam setiap pertunjukkannya.
“Alhamduilillah usai pulang dari perlombaan kami diundang untuk menampilkan kembali teater menunggu sebuah posan. Bahkan setiap sebelum tampil kami latihan dulu meski teater ini sudah pernah kami bawakan sebelumnya,” tambahnya.
Baca Juga: Tempat Wisata di Riau
Festival Tetater Islam Dunia I ditaja oleh Abdurrab Foundation bekerjasama dengan PTID (Pertubuhan Teater Islam Dunia) dan Panggung Toktan.
Baca Juga: Makanan Khas Pekanbaru
Even internasional ini menghadirkan seniman, akademisi, penikmat seni teater islam dari mancanegara seperti Malaysia, Brunei Darussalam, Palestina, Australia. Serta seniman lokal dari Bengkulu, Palembang, Pekanbaru Kalimantan Selatan dan daerah lainnya (San).
Komentar