Pesawat Mata-mata Amerika Gentayangan di Langit

Daftar Isi

    Foto: Pesawat Intai Angkatan Laut AS, P-8 Poseidon. (Naval News)

    Lancang Kuning – Pesawat pengintai milik militer Amerika Serikat (AS) kembali mengudara di langit Mediterania Timur mendekati Rusia. Pesawat pengintai milik Angkatan Laut AS (US Navy) terdeteksi oleh Intel Sky pada Rabu sore, 29 April 2020 waktu setempat.

    "Sebuah pesawat mata-mata AS dilacak di Mediterania timur pada hari Rabu, setelah minggu yang bergejolak di mana Angkatan Udara Rusia mencegat dua pesawat Amerika di dekat wilayah udara Suriah," dalam keterangan Intel Sky yang dikutip dari Al-Masdar News, Kamis, 30 April 2020.

    Kendati demikian, hingga saat ini belum diketahui pasti apa misi AS kembali menerbangkan P-8 Poseidon itu di sekitar laut Mediterania.

    Sebagaimana diberitakan VIVA Militer sebelumnya, pekan lalu sebuah jet Su-35 Flanker-E milik Rusia lepas yang terbang dari pangkalan udara Hmeimim di Lataki, Suriah, membuat manuver berbahaya di persis di depan pesawat intai AS, P-8 Poseidon.

    Menurut pihak Rusia, jet tempur Rusia itu mengejar dan menghadang pesawat tempur AS di langit Mediterania. Akan tetapi, AS mengklaim bahwa Rusia yang memicu ketegangan dalam peristiwa itu.

    Penghadangan yang dilakukan militer Rusia itu sempat membuat geram Amerika Serikat. Mereka menyebut penghadangan itu sebagai provokasi, tidak profesional dan membahayakan militer AS. Respons keras bahkan dilontarkan oleh mantan Komandan Pasukan Udara AS di Eropa, Jenderal Frank Gorenc.

    "Mereka (militer Rusia) seolah merasa perlu memberi tahu semua orang bahwa mereka masih berada di panggung dunia. Mereka juga merasa bahwa mereka masih berada di tempat kejadian dan memiliki kekuatan militer yang hebat," kata Gorenc. (LK)

    Bagikan Artikel

    data.label
    data.label
    data.label
    data.label
    Beri penilaian untuk artikel Pesawat Mata-mata Amerika Gentayangan di Langit
    Sangat Suka

    0%

    Suka

    0%

    Terinspirasi

    0%

    Tidak Peduli

    0%

    Marah

    0%

    Komentar