Faktor Pembentuk Tanah

Daftar Isi

    LancangKuning.com - Tanah merupakan suatu gejala alam yang berada di permukaan daratan, membuat suatu mintakat yang sering disebut dengan pedosfer, yang tersusun dari massa galir yang berasal dari pecahan dan lapukan batuan sehingga tercampur menjadi bahan organik.

    Faktor pembentuk tanah biasanya adalah keadaan dari lingkungan yang berdaya sebagai penggerak proses dari pembentukan tanah. Proses dari pembentuk tanah berjalan dengan bermacam reaksi kimia, fisik dan reaksi biologi. Berikut merupakan faktor dari pembentukan tanah :

    1. Bahan Induk

    Bahan induk tanah bisa berasal dari suatu batuan atau suatu longgokan bio massa yang mati sebagai bahan mentah. Dimana batu tersebut bisa memproduksi tanah mineral, sedangkan longgokan bio massa mati bisa memproduksi tanah organik.

    Baca Juga : Tempat Wisata di Riau

    Sifat dari bahan mentah dan bahan induk sangat berpengaruh terhadap laju dalam pembentukan tanah, berapa jauh pembuatan tanah melaju, berapa luas faktor lain bisa berpengaruh.

    1. Iklim

    Iklim sangat berpengaruh terhadap suhu tanah, berpengaruh terhadap keairan tanah dan secara tidak langsung juga berpengaruh dengan vegetasi. Hujan dan angin bisa mengakibatkan degradasi tanah dimana penyebabnya adalah pelin dian dan erosi. Energi yang diberikan oleh matahari bisa menentukan suhu suatu badan pembentuk tanah serta bisa menentukan kecepatan pelapukan dari suatu bahan mineral dan dekomposisi dan humifikasi bahan organik. Air disebut juga sebagai pelaku utama dalam proses di alam.

    Curah hujan adalah suatu sumber air utama dimana air tersebut digunakan untuk pemasok air ke dalam tanah. Kelembaban nisbi udara dan suhu juga bisa menentukan kecepatan dari evapotranspirasi dari tanah. Sehingga keseimbangan dari curah hujan dan evaotranspirasi bisa jadi sebagai penentu dari neraca keairan tanah, dan semua nya dapat giliran sebagai pengendali dari semua proses.

    Jika di musim hujan yang curah nya melebihi evapotranspirasi, maka air yang ada di dalam tubuh tanah akan bergerak ke arah bawah, sehingga bisa memberikan perkolasi yang mengambil alih tempat ke bagian bawah dari tubuh tanah dan pelin dian zat ke luar tubuh tanah. Dimana musim CH nya lebih rendah daripada ET, gerakan dari air yang berada di dalam tubuh tanah akan berbalik arah ke atas, yang mengambil alih dari tempat zat ke bagian atas tubuh tanah.

    Baca Juga : Akreditasi Jurusan Kampus Universitas Bandar Lampung

    1. Organisme Hidup

    Faktor dari organisme hidup terbagi atas menjadi dua, 1) organisme yang hidupnya di dalam tanah 2) Organisme yang hidupnya di atas tanah. Organisme yang hidup di dalam tanah biasanya seperti cacing tanah, akar tumbuhan, bakteri dan lain sebagainya. Jasad dari organisme tersebut bisa mengaduk tanah, bisa memperkencang pelapukan terhadap batuan, melakukan perombakan terhadap suatu bahan organik, menggabungkan bahan mineral dan organik, membikin lorong dari dalam tubuh tanah sehingga bisa mempercepat gerakan dari udara dan air, dan mengambil alih tempat dari bahan tanah di suatu tempat ke tempat yang lainnya.

    Vegetasi merupakan suatu sumber yang berasal dari bahan organik tanah. Bahan induk organik biasanya disebut dengan gambut. Vegetasi tergantung dengan hasil dari interaksi antar tanah, batuan dan iklim.

    1. Timbulan

    Timbulan atau sering kita kenal dengan relief merupakan suatu tampilan dari tinggi tempat, lereng dan lainnya. Timbulan merupakan syarat yang digunakan untuk mengendalikan pengaruh dari iklim dan organisme hidup. Jika curah hujannya sama maka timbulan bisa menciptakan keairan tapak yang berbeda.

    Baca Juga : Tempat Wisata di Pekanbaru

    1. Waktu

    Waktu bisa dikatakan sebagai faktor penentu karena semua proses berjalan sesuai dengan waktu yang ada. Tidak ada proses yang selesai dengan cepat. Tahap dari evolusi yang di capai tanah tidak harus bergantung dengan lama kerja dari berbagai faktor yang ada, karena intensitas dari faktor dan interaksi nya bisa berubah.

    Jika tanah berhenti untuk berubah sepanjang perjalanan waktu bisa menandakan bahwa tanah tersebut sudah mencapai keseimbangan dengan lingkungan yang ada di sekitarnya.  Kalau keadaan dari lingkungannya sudah berubah, proses tanah akan bekerja menuju pencapaian keseimbangan yang baru.

    Tanah yang ada biasanya kebanyakan sudah berumur dari 200.000 tahun, walaupun proses dari pembentukan tanah sudah berlangsung sangat lama. Penyebabnya yaitu erosi. Penyebab lainnya yaitu banyaknya medan yang permukaan nya dari waktu ke waktu ditutupi dengan bahan endapan seperti abu vulkanik dan lainnya.(Indah)

    Bagikan Artikel

    data.label
    data.label
    data.label
    data.label
    Beri penilaian untuk artikel Faktor Pembentuk Tanah
    Sangat Suka

    0%

    Suka

    0%

    Terinspirasi

    0%

    Tidak Peduli

    0%

    Marah

    0%

    Komentar